Balipolitika.com- Sisa dua laga pramusim memaksa Jose Mourinho bergerak cepat menentukan komposisi skuad utama Real Madrid di Valdebebas jelang kick-off La Liga kontra Espanyol pada 22 Agustus mendatang. Pelatih asal Portugal itu dipaksa memutar otak akibat absennya deretan pilar senior.
Format turnamen yang mepet paska-Piala Dunia menjadi pemicu utama krisis ini. Bintang belum kembali.
Kylian Mbappe, Jude Bellingham, Marc Cucurella, hingga Yan Diomande masih belum juga menampakkan batang hidungnya di lapangan latihan. Beruntung bagi tim. Kondisi genting ini justru membuka keran kesempatan emas bagi anak-anak La Fabrica.
Empat talenta muda akademi langsung unjuk gigi memikat hati Mourinho. Alexis Ciria, Mario Rivas, Joan Martinez, serta Daniel Yanez tampil menggila.
Ciria paling mencuri perhatian publik. Winger 18 tahun eks Sevilla itu pamer aksi lewat gol ciamik ke gawang Fiorentina.
Tak berhenti di situ, umpan manja dikirimkannya untuk gol Rivas saat melumat Ferencvaros. Absennya Vinicius Junior memberi panggung luas baginya.
Peluang tampil reguler di kompetisi domestik tetap terbilang berat. Persaingan sektor kiri terlampau padat.
“Copa del Rey jadi panggung paling masuk akal bagi Ciria,” ujar pengamat internal tim.
Selanjutnya, sektor pertahanan ikut ketiban berkah. Rivas dan Martinez dipasangkan di jantung pertahanan akibat problem kebugaran bek senior.
Rivas yang masih berusia 19 tahun tampil kukuh berbekal postur jangkung dan pembacaan taktik ciamik. Sundulan mautnya merobek jala Ferencvaros usai menyabet predikat Tim Terbaik Piala Eropa U-19.
Sementara Martinez dijuluki sebagai sang “Ramos baru”. Mourinho terkesima.
Mourinho memuji duet benteng muda ini saat meredam gempuran Fiorentina. Tetapi sang nakhoda memberi catatan khusus terkait ketahanan fisik.
“Secara fisik, mereka belum berada pada level untuk bersaing dengan monster seperti Moise Kean,” tegas Mourinho.
Di sisi lain, Daniel Yanez menyodorkan opsi berpengalaman. Winger 19 tahun itu sukses mengeksekusi penalti penentu kemenangan atas Alcorcon.
Yanez pernah empat kali mencicipi panggung tim utama dalam dua musim pamungkas. Pengalaman berharga.
Tetapi nasibnya masih mengambang di ibu kota. Manajemen menimbang opsi peminjaman atau penjualan kepemilikan sebagian hak pemain sebelum bursa transfer ditutup resmi.
Lagipula, peluang Rivas dan Martinez menembus skuad matchday terbilang jauh lebih terbuka. Opsi darurat disiapkan jika krisis kebugaran pilar utama berlanjut.
Singkatnya, keterbatasan opsi pemain senior menjadi berkah terselubung bagi pengembangan pemain muda binaan klub. Mourinho punya amunisi cadangan.
Pada akhirnya, dua laga uji coba tersisa bakal menentukan nasib empat calon bintang masa depan El Real tersebut. Waktu pembuktian makin tipis. (BP/CHA).














