PARIS, Balipolitika.com- Tim Esports asal Indonesia, Onic memiliki kans juara yang terbuka lebar. Hal ini menyusul dengan tumbangnya kandidat juara MSC Esport World Champion (EWC), Aurora Turki. Aurora digadang-gadang akan menjadi juara turnamen kali ini, karena permainan dan strategi yang terbilang fresh dibanding tim lain.
Namun, tim landak mampu meredam kreativitas Rosa dkk dengan reverse sweep atau membalikkan keadaaan menjadi 3-2. Kiboy dkk pun berhak melaju ke babak selanjutnya. Mereka akan bertemu tim Spirit yang berhasil menumbangkan tim Vamos asal Malaysia, Kamis (30/7/2026) kemarin.
ONIC, mengamankan tiket semifinal Mobile Legends: Bang Bang Mid Season Cup (MSC) dalam ajang Esports World Cup (EWC) 2026 di Paris, Prancis, Kamis. Hasil positif ini didapat usai mereka menang tipis 3-2 atas wakil Turki, Aurora Gaming. Skuad Landak Kuning sempat tertinggal lebih dulu.
Laga pembuka langsung berjalan alot bagi wakil Indonesia. Aurora menggila. Mereka tak memberi ruang napas. Game pertama lepas hanya dalam sembilan menit. Kekalahan kilat ini langsung mengejutkan panggung.
“Kalau game satu cuma ada miscommunication,” ujar Jungler ONIC, Kairi, seusai laga.
Berdasarkan Buku Peraturan Resmi EWC 2026 Pasal 8 mengenai Format Babak Playoff, pertandingan menggunakan sistem Best of 5. ONIC memanfaatkan aturan ini untuk bangkit pada game kedua.
Sektor pertahanan dikawal ketat. Kedudukan berubah 1-1. Skuad Indonesia disiplin. Tetapi, Aurora kembali mengambil kendali di game ketiga. Mereka membaca draf hero lawan dengan sangat matang. Skor kembali berbalik.
“Kalau game three memang mereka ngerti banget pick mereka,” beber Kairi.
Kondisi ini bikin waswas fans. Match point dipegang lawan. Situasi amat kritis. Lagipula, mentalitas juara ONIC diuji pada game keempat. Pertandingan berjalan sangat alot hingga melampaui durasi 20 menit.
Momentum comeback akhirnya pecah. Satu team fight krusial berbuah wipe out bersih. Base lawan langsung digeprek. Pertandingan penentuan berlanjut ke game kelima. Kairi tampil kesetanan mengendalikan Fanny. Sang pemain memacak tempo.
Aurora dibuat mati kutu. Rotasi mereka terkunci total. Balas dendam tuntas. ONIC menutup laga dengan skor dramatis 3-2. Tiket babak empat besar resmi dalam genggaman. Laga panas berakhir manis.
“Terbayar tuntas,” puji para pendukung di arena.
Selanjutnya, Team Spirit sudah menanti di babak semifinal. ONIC enggan mengubah pola latihan harian secara drastis.
“Buat besok sama saja sih, kita latihannya kayak gimana buat semua tim,” kata pemain asal Filipina tersebut.
Pernyataan itu menegaskan kesiapan mental tim. Persiapan berjalan seperti biasa. Tak ada yang magis. Singkatnya, rotasi dan kedalaman draf tetap dijaga rapat. Tim pelatih mematangkan taktik tersembunyi.
“Ada sedikit, bakal lihat besok,” imbuh Kairi.
Pada akhirnya, panggung Paris bakal menyaksikan langkah susulan sang wakil Indonesia. Gelar juara makin dekat. (BP/CHA).













