BANGLI, Balipolitika.com– Lama tak menawarkan produk-produk wah lewat media sosialnya, konten kreator populer asal Bali bernama I Kadek Darma Yasa atau lebih dikenal dengan nama Pak Rama ternyata tersandung kasus hukum.
Tak main-main, kasus hukum yang menyeret sang konten kreator populer ini telah mencapai klimaks.
Dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Bangli, 25 September 2025 lalu ia dijatuhi hukuman berat, yakni 4 tahun penjara dan denda sebesar Rp300 juta rupiah.
Vonis itu impas dengan tuntutan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada sidang sebelumnya.
“Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa dengan pidana penjara selama 4 tahun dan denda sebesar Rp 300.000.000,00 dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar diganti dengan pidana kurungan selama 5 bulan,” demikian ungkap Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ni Made Aryani, S.H. dari Kejari Bangli dalam sidang tuntutan.
Majelis hakim yang diketuai oleh Anak Agung Ayu Diah Indrawati, S.H., M.H., bersama anggota hakim lainnya, memutuskan bahwa terdakwa yang beralamat di Banjar Penaga, Kelurahan/Desa Landih, Kecamatan Bangli, Kabupaten Bangli, itu secara sah dan meyakinkan bersalah melanggar Pasal 45 Ayat (3) jo. Pasal 27 Ayat (2) UU ITE Nomor 1 Tahun 2024, tentang distribusi dan transmisi konten bermuatan perjudian. Jo Pasal 64 Ayat (1) KUHP, terkait tindak pidana berlanjut.
“Menjatuhkan pidana kepada Terdakwa oleh karena itu dengan pidana penjara selama 4 (empat) tahun dan pidana denda sejumlah Rp300.000.000,00 (tiga ratus juta rupiah) dengan ketentuan apabila pidana denda tersebut tidak dibayar diganti dengan pidana kurungan selama 5 (lima) bulan,” papar Anak Agung Ayu Diah Indrawati.
Vonis ini dijatuhkan setelah I Kadek Darma Yasa atau lebih dikenal dengan nama Pak Rama terbukti membuat serta menyebarkan konten bermuatan perjudian, meski dikemas dalam bentuk “lelang” mirip undian berhadiah, atau penjualan tiket berhadiah barang mewah, mulai dari mobil, ponsel, hingga perhiasan emas. (bp/ken)













