Balipolitika.com- Florentino Perez membuka peluang memboyong Rodri ke Real Madrid musim depan. Presiden Los Blancos itu bergerak usai timnya nirgelar musim lalu. Kabar ini dihembuskan jurnalis Matteo Moretto. Laporan Marca menyebutkan sang pemain memberi sinyal positif.
Rodri tidak menutup pintu. Dia tertarik pulang ke kota kelahirannya. Baru saja dia membawa Spanyol menjuarai Piala Dunia 2026. Koleksi trofinya kini sudah lengkap.
Urusan kontrak personal diyakini mulus. Tidak bakal ada kendala berarti. Tetapi Madrid belum melayangkan penawaran resmi. Manajemen Manchester City masih menunggu di Etihad.
Teka-teki masa depan Rodri kian memanas. Masa bakti sang gelandang selesai Juni tahun depan. Belum ada kesepakatan baru. Pembicaraan perpanjangan kontrak masih buntu.
City kini dipimpin Enzo Maresca. Era baru dimulai usai Pep Guardiola cabut. Dengan demikian, The Citizens terdesak. Sang raksasa Inggris terancam rugi besar.
Mereka harus segera menjualnya. Jika tidak, Rodri lepas gratisan. Pengalaman pahit pernah terjadi. Bernardo Silva mencabut ke Madrid tanpa mahar musim panas ini.
Apes betul kalau terulang. City tentu bakal ketar-ketir. Sebaliknya, kebutuhan Madrid amat mendesak. Sektor tengah mereka bolong.
Kepergian Luka Modric menyisakan celah. Ditinggal Toni Kroos makin parah. Rodri dianggap sosok pas. Kualitasnya sebagai jangkar sudah teruji.
Lagipula, faktor historis sangat menentukan. Sang pemain lahir di Madrid. Pindah ke Santiago Bernabeu jadi pilihan logis. Momen ini penutup karier sempurna.
Pihak City dikabarkan mulai cemas. Mereka enggan kehilangan pilar penting lagi. Sesuai aturan Bosman, pemain bebas bernegosiasi enam bulan sebelum kontrak habis. Regulasi FIFA menetapkan hak tersebut secara mengikat.
Artinya, Januari nanti situasi makin kritis. Madrid bisa masuk merusak suasana. Negosiasi memanas di balik layar. Namun belum ada pergerakan konkret.
Singkatnya, bola kini di tangan Perez. Publik menanti aksi manuver Los Blancos. Gebrakan transfer transfer ini siap meledak. Semua tergantung keputusan akhir sang presiden. (BP/CHA).













