BADUNG, Balipolitika.com– Anggota Komite II Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Dapil Bali, Niluh Putu Ary Pertami Djelantik menghadirkan keceriaan bagi 274 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIA Kerobokan.
Tak sendiri, Niluh Djelantik menggandeng artis Bali, Ni Putu Dewi Ariantini atau akrab disapa Dewi Pradewi dan Luh Putu Anggreni dari Lembaga Bantuan Hukum Asosiasi Perempuan Indonesia untuk Keadilan (LBH APIK).
Acara bertajuk “Kontribusi Perempuan dalam Nilai-Nilai 4 Pilar Kebangsaan” itu semakin semarak berkat penampilan Sanggar Seni Semarapanji Buleleng.
Trio Gede Nanda Sukma Wijaya, Pasek Sriadi Youtuber Taksu Nort Bali, dan Luh Ratmini alias Luh Kikik sukses mengocok perut para WBP Lapas Perempuan Kerobokan yang duduk berhimpitan karena kapasitas normal lapas hanya 120 orang.
Sajian lawak edukatif ini membuat Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Provinsi Bali, Decky Nurmansyah ikut menjadi bagian dari pementasan bondres edukatif dan menghibur tersebut.
Selain menjabarkan materi “Kontribusi Perempuan dalam Nilai-Nilai 4 Pilar Kebangsaan”, Niluh Djelantik juga menyerahkan bantuan berupa mesin jahit untuk mendukung program pembinaan keterampilan warga binaan pemasyarakatan (WBP).
Tak hanya itu, Niluh Djelantik yang sepanjang kegiatan itu asyik ngempu bayi WBP– total ada 9 orang bayi– juga membagikan salah satu produk minyak urut kepada semua penghuni dan petugas Lapas Perempuan Kerobokan.
Berusaha menyuntikkan semangat, ia mengatakan bahwa kesempatan kedua selalu hadir bagi setiap orang, termasuk WBP sehingga tidak ada kata menyerah untuk melanjutkan hidup demi masa depan yang lebih baik.
“Mereka diberikan ruang, kesempatan, pelatihan agar saat keluar nanti bisa menata masa depan. Kesalahan yang mereka lakukan biarlah menjadi bagian masa lalu, jangan diulangi lagi,” tegas Niluh Djelantik.
Niluh juga mendorong adanya sosialisasi yang lebih luas kepada masyarakat, terutama kaum perempuan, terkait bahaya narkotika dan konsekuensi hukumnya.
Ia mengusulkan agar mantan WBP yang telah berproses dapat menjadi narasumber atau mentor untuk berbagi pengalaman, guna mencegah terulangnya kesalahan serupa di masyarakat.
“Kalian berharga, kalian istimewa. Masa lalu harus menjadi pembelajaran yang membuat kita menjadi pribadi yang jauh lebih berharga dari kita hari ini,” imbuh Niluh Djelantik.
Sementara itu, aktivis perempuan Luh Putu Anggreni dan entertainer sekaligus motivator merangkap artis Dewi Pradewi kompak memberikan dukungan moral dan hiburan bagi para WBP.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Provinsi Bali, Decky Nurmansyah menyambut positif kunjungan tersebut.
Ia menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan oleh Senator Niluh dan rombongan.
“Hari ini adalah bentuk nyata dari sentuhan cinta kasih seorang senator. Kehangatan itu sampai di hati adik-adik warga binaan, dan itulah yang mereka perlukan. Mereka harus tahu bahwa mereka tidak sendirian,” ujar Decky Nurmansyah.
Pria yang hobi melukis itu juga mengungkapkan bahwa sebagian besar penghuni Lapas Perempuan Kerobokan merupakan narapidana kasus narkotika, tepatnya sekitar dua per tiga WBP.
Meski demikian, ia mengaku bersyukur karena masyarakat Bali memiliki kepedulian sosial tinggi, sehingga pembinaan terhadap para WBP menjadi lebih ringan.
“Di Bali ada tatanan sosial yang kuat berbasis kekeluargaan, itu membantu kami dalam proses pembinaan,” ucapnya.
Mengenai WBP warga negara asing (WNA), Decky mengakui pihaknya perlu ekstra perhatian, khususnya dalam penyediaan makanan sesuai kebutuhan dan kebiasaan mereka.
Namun demikian, ia memastikan bahwa seluruh standar pelayanan tetap bisa dipenuhi tanpa kendala berarti.
“Selama ini kami bisa menyesuaikan kebutuhan mereka, termasuk terkait standar bahan makanan, meskipun ada beberapa penyesuaian tertentu,” jelasnya. (bp/ken)












