Balipolitika.com- Timnas Indonesia terancam pincang menghadapi Kamboja. Gelandang Marselino Ferdinan terancam absen akibat cedera. Laga perdana Grup A Piala AFF 2026 esok hari akan di Stadion Pakansari, Bogor, Senin (27/7). Kabar miring ini dikonfirmasi langsung oleh tim medis. Marselino tersungkur saat pemusatan latihan di Bali.
“Kami masih terus memantau kondisinya,” ujar pelatih kepala John Herdman saat sesi jumpa pers di Stadion Pakansari, Bogor, Minggu (26/7).
Ternyata benturan ringan jadi penyebabnya. Langkah antisipasi langsung diambil pelatih. Riskan kalau dipaksakan. Cedera bisa makin parah. Staf pelatih enggan berspekulasi. Kesehatan pemain jadi prioritas. Pemeriksaan medis lanjutan sudah disiapkan. Tim dokter bergerak cepat.
“Dalam satu atau dua hari ke depan kami akan melakukan tes kebugaran,” tegas pelatih asal Kanada itu.
Evaluasi medis bakal menentukan nasib sang gelandang. Hasil tes jadi acuan tunggal. Tetapi mentalitas Marceng, sapaan akrab sang pemain, tetap dipuji. Herdman sangat mengagumi daya juangnya. Pemain muda itu dikenal pantang menyerah. Mental bertandingnya jempolan.
“Marselino adalah pemain yang memiliki mental sangat kuat,” puji Herdman.
Situasi sulit pernah ia lewati. Pengalaman itu membantunya bangkit. Semangatnya untuk segera merumput membara. Dia ingin membela Garuda.
“Dia sekarang sangat bersemangat untuk kembali tampil,” imbuh mantan juru taktik Kanada tersebut.
Selanjutnya, hasil tes kebugaran dinanti seluruh tim. Keputusan akhir keluar besok. Lagipula, stok gelandang Indonesia cukup melimpah. Herdman masih punya opsi pengganti. Ivar Jenner bisa didorong ke depan. Beckham Putra siap unjuk gigi.
Namun peran Marselino sulit digantikan penuh. Kehilangannya jelas kerugian besar. Sebaliknya, Kamboja diyakini bakal memanfaatkan celah ini. Lini tengah Garuda berpotensi goyah. Ketiadaan sang pengatur serangan mengubah skema permainan. Taktik terpaksa dirombak total.
Singkatnya, kondisi skuad Garuda sedikit terguncang. Laga pembuka diprediksi berlangsung ulet. Meskipun begitu, Herdman tetap menargetkan poin penuh. Tiga angka harga mati. Atmosfer Pakansari bakal jadi modal tambahan. Suporter siap meneror mental lawan. Pada akhirnya, kesiapan fisik di lapangan yang berbicara. Keputusan akhir tinggal menghitung hari. (BP/CHA).













