POLISI DAN KAMERA
Seorang polisi berdiri di tepi perempatan
mengatur lalu lintas, seragamnya masih licin, wangi dan maskulin,
pluit ditiupkan, lalu tangannya mengarahkan ke kanan dan kiri
Tapi tiba-tiba ia berhenti
kemudian memanggil temannya
“Ok, tidak?” tanyanya
polisi yang satunya memegang kamera
mengambil gambar saat temannya sedang kerja
Lah, kok?
Temannya mengangguk senang
Gambar dan videonya bagus
buat laporan ke atasan
Lalu mereka bergantian; yang satu memegang kamera
yang satu mengatur lalu lintas
yang tak terlalu padat karena masyarakat yang telat bayar pajak dan perpanjangan sim
lebih suka duduk di rumah
daripada jalan-jalan dan ketemu pak polisi
Aku tak jadi putar arah
sudah hampir copot jantung
ternyata mereka cuma luntang-lantung
pak polisi tiba-tiba senyum ke semua pengendara,
lalu ke arah kamera
2024
NEBENG
Suatu hari ada temanku yang pengen nebeng
karena tujuan kita sama arahnya
tapi katanya, “aku nebeng tapi kamu enggak usah ikutan
atas dasar pertemanan, relasi yang sehat demi kesejahteraan
karena istriku sedang hamil, tak boleh terpapar asap karbon dari kendaraan murahan.”
Aku melongo menatap temanku itu
tapi aku tetap tenang saja
karena berbuat baik pada teman
pasti mendatangkan keuntungan
2024
ANAK KECIL DI PANTAI
Seorang anak kecil ditemukan di pinggir pantai
tidak ada pendar cahaya
dari wajahnya yang tertutup lakban
Ia anak kecil yang ceria, sebentar lagi memiliki seorang adik yang kelak
akan menjadi teman menyusuri pantai
di ujung senja
Tapi nahasnya ada iblis dari neraka yang tiba-tiba datang
merangsek keceriaan, kegembiraan hilang saat tubuhnya terdampar
di antara batu-batu pantai yang bisu
Seorang anak kecil wajahnya tertutup lakban
hilang dalam dekapan
konon sebab utang-piutang
dendam berkepanjangan
ia yang tak berdosa jadi korban
“Ibu, ibu!” rintihnya pedih
mulut mungilnya tak bisa berkata-kata
sementara air mata terus bertanya
dosa apa yang telah diperbuatnya?
Gadis kecil yang tak tahu apa-apa
hilang di atas sebaris pusara
2024
AMPLOP
Dapat amplop dari kantor
isinya tebal tak seperti biasanya
aku kadung deg-degan
jangan-jangan naik jabatan
honornya ditambah plus uang lemburan
Gubrak!!!
Aku terperanjat
gaji tak bertambah,
tapi kertas berkasnya bertambah
surat tentang pemecatan
karena perusahaan pailit
setelah kalah saing dari kompeni asing
Dapat amplop dari kantor
hari-hari semakin tekor
lamar loker sana-sini, modal kertas potokopi
tapi tak kunjung ada panggilan
sampai amplop terakhir dari kantor
habis untuk melamar kerja di puluhan kantor
Gubrak!!!
Aku terperanjat
Baru ingat dulu ada yang menjanjikan
sepuluh juta lapangan pekerjaan
kucari-cari di mana?
Eh, ternyata cuma bualan
2024
RASANYA PUSING KEPALA
Rasanya pusing kepala tiap kali lihat berita,
keluh kesah emak-emak,
ngantri panjang untuk beli LPG
harga telur katanya terlalu rendah,
padahal emak-emak kembang kempis
ngatur pengeluaran yang fantastis
Pusing rasanya lihat berita
nelayan yang tak dapat ikan karena laut keruh
akibat pasirnya dikeruk, dijual,
semiskin itukah bangsa ini
sampai cosplay jadi toko bangunan?
Sungai tercemar akibat limbah nikel
harga beras mahal, gaji pas-pasan,
potongan pajak sana-sini
Pusing rasanya
Negara bisnis dengan negara asing
kulinya juga orang asing
orang lokal cuma makan ampasnya
dan dongeng tentang kekayaan negara
disimpan saja untuk bekal selepas pensiun
Katanya, orang Indonesia itu memang miskin,
tapi bahagia
gundulmu…
Ingin rasanya berteriak mengumpat
fuck you!!!
2024
MEMANG LAGI MUSIM
Memang lagi musim adik-kakak, ayah-anak
dilantik jadi anggota dewan
memang lagi musim
jabatan seperti tongkat estafet
oper sana oper sini, itung-itung obat kepepet
Memang lagi musim
Ruang sidang ramai, tapi nurani kosong
anggota dewan pelaku pencabulan
tetap saja dilantik sesuai kode etik
Memang lagi musim, orang yang mengkritik
diserang tentara bayaran
orang yang mengutak-atik demokratik
say halo pada konstitusi yang gampang dibolak-balik
Memang lagi musim, tapi musim itu sendiri
tak membawa perubahan
di balik meja pemerintah yang ahli retorika
Memang lagi musim, rakyat disuruh sabar
meski harapan perlahan terkapar
2024
BIODATA
Firman Fadilah, tinggal di Lampung. Aktif menulis di grup literasi Facebook. Karyanya berupa puisi dan cerpen pernah dimuat di berbagai media cetak dan daring. Ia adalah salah satu penulis terpilih dalam Payakumbuh Poetry Festival (2023) Penulis terpilih Bung Hatta Anti corruptions award (2023) Buku Cerpennya Red Bus Menuju London Eye (2023).













