BULELENG, Balipolitika.com– Di tengah kesibukan menjalani perkuliahan di Kabupaten Buleleng, Mei Chelsea Lia Br Ginting berjuang merintis usaha jasa nail art skala kecil yang dijalankan dari tempat kos.
Berawal dari hobi menghias kuku, usaha tersebut kini mulai menarik perhatian pelanggan, terutama dari kalangan mahasiswa.
Mei Chelsea Lia Br Ginting atau biasa di panggil Mei mengaku usaha nail art tersebut mulai dirintis pada Januari 2026.
Dengan peralatan yang sederhana dan keterampilan yang dipelajari secara mandiri melalui media sosial, mahasiswi tersebut memberanikan diri untuk membuka jasa nail art.
Awalnya, ia hanya mencoba berbagai desain kuku untuk dirinya sendiri dan teman-teman terdekat.
“Saya memang suka dunia kecantikan, terutama nail art. Awalnya hanya untuk hobi, tetapi setelah beberapa teman tertarik dengan hasilnya, saya mulai membuka jasa nail art secara kecil-kecilan,” ujarnya saat diwawancarai, Minggu, 14 Juni 2026,
Meski masih tergolong usaha baru, jasa nail art yang dijalankannya mulai mendapatkan pelanggan.
Beberapa pelanggan berasal dari lingkungan kampus, khususnya mahasiswa dari program studi lain yang mengetahui usahanya melalui media sosial dan rekomendasi teman.
Namun, ia mengaku masih banyak mahasiswa di kampusnya yang belum mengetahui usaha tersebut.
Layanan yang ditawarkan meliputi pewarnaan kuku, pembuatan desain nail art sederhana, hingga desain sesuai permintaan pelanggan.
Harga yang ditawarkan juga cukup terjangkau sehingga cocok untuk pelajar dan mahasiswa.
Sebagai seorang mahasiswa, ia harus pandai membagi waktu antara kegiatan perkuliahan dan usahanya.
Oleh karena itu, layanan nail art biasanya dilakukan setelah jam kuliah atau pada akhir pekan agar tidak mengganggu aktivitas akademik.
Untuk memperkenalkan usahanya, ia memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi.
Berbagai foto dan video hasil nail art yang dibuatnya diunggah secara rutin sehingga semakin banyak orang yang mengetahui jasa yang ditawarkannya.
Menurutnya, tantangan terbesar dalam menjalankan usaha ini adalah mengatur waktu antara kuliah dan pekerjaan serta membangun kepercayaan pelanggan.
Meskipun demikian, ia tetap optimis untuk mengembangkan usahanya di masa mendatang.
“Saya berharap usaha ini bisa berkembang lebih besar dan dikenal oleh lebih banyak orang. Saya juga ingin terus belajar agar dapat menghasilkan desain yang lebih menarik dan berkualitas,” tuturnya.
Usaha nail art yang dirintis dari kos tersebut menjadi bukti bahwa mahasiswa dapat memanfaatkan hobi dan kreativitas sebagai peluang usaha.
Dengan semangat belajar dan berwirausaha, ia berhasil memulai bisnis kecil yang berpotensi berkembang di masa depan. (bp/Ika Sari/4C/PBSI/Basindo)













