BULELENG, Balipolitika.com- Semangat berwirausaha sejak usia muda mengantarkan Ni Ketut Metri Suarmini (21 tahun) menjadi pengusaha muda sukses di bidang fashion dan aksesoris.
Perempuan asal Desa Bulian, Kecamatan Kubutambahan, Kabupaten Buleleng itu memulai usahanya sejak duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Suka duka dilalui berbekal semangat pantang menyerah, kini Metri berhasil memiliki dua toko yang ia beri nama SIMETRIS.
Metri mengaku ketertarikannya pada dunia usaha muncul sejak kecil, tepatnya saat duduk di bangku kelas VIII SMP.
Kala itu, ia mulai mencoba berjualan secara online untuk mendapatkan penghasilan tambahan.
Kondisi ekonomi keluarga menjadi salah satu faktor yang mendorong Metri memulai usaha sendiri sejak usia belia.
“Sedari kecil saya memang sudah tertarik untuk berjualan. Saat SMP, saya mulai sadar kebutuhan semakin meningkat, sehingga saya memutuskan berjualan online agar bisa memperoleh penghasilan tambahan,” ujar Metri saat diwawancarai, Minggu, 7 Juni 2026.
Pada awal merintis usaha, Metri menggunakan sistem pre-order dan memasarkan produknya melalui media sosial seperti WhatsApp, dan Facebook.
Terbilang nekat karena terdesak kondisi ekonomi yang menghimpit, modal usaha diperolehnya dari pinjaman keluarga.
Meski kini sukses melebarkan sayap SIMETRIS hingga memiliki cabang ke-2, Metri mengaku perjalanan bisnisnya tidak selalu berjalan mulus.
Salah satu kendala yang sering dihadapi adalah keterlambatan pengiriman barang yang menyebabkan sejumlah pesanan dibatalkan oleh pembeli.
Namun, tantangan demi tantangan tersebut tidak lantas membuatnya menyerah.
Sebaliknya, ia terus berupaya meningkatkan kualitas pemasaran dengan membuat berbagai konten menarik untuk memikat minat calon pelanggan.
“Cara saya menarik pembeli saat itu adalah dengan membuat konten yang menarik untuk diposting di media sosial agar mereka tertarik mencoba produk yang dipasarkan,” jelas Metri.
Berkat konsistensi dan kerja keras selama bertahun-tahun, Metri akhirnya berhasil membuka toko pertamanya yang diberi nama SIMETRIS pada 25 Desember 2024 di Desa Tamblang, Kecamatan Kubutambahan, Kabupaten Buleleng.
Kesuksesan tersebut berlanjut dengan dibukanya cabang kedua pada 31 Mei 2026 di Desa Kubutambahan, Kecamatan Kubutambahan, Kabupaten Buleleng.
Nama SIMETRIS sendiri memiliki makna khusus bagi pemiliknya. Menurut Metri, nama tersebut dipilih karena mengandung nama dirinya.
“Di dalam kata SIMETRIS terdapat nama ‘Metri’. Jika dieja Si-Metri-S, artinya usaha ini milik Si Metri S, dengan huruf S sebagai singkatan dari Suarmini,” kata Metri.
Hingga saat ini, produk fashion dan aksesoris menjadi barang yang paling diminati pelanggan.
Hal tersebut menjadi motivasi bagi Metri untuk terus mengembangkan usahanya agar mampu memenuhi berbagai kebutuhan konsumennya.
Di balik kesuksesannya, Metri juga pernah menghadapi keraguan dari lingkungan sekitar.
Ia mengaku sempat diremehkan karena tidak menyelesaikan pendidikan hingga jenjang sarjana.
“Saya pernah dianggap tidak bisa sukses karena tidak memiliki gelar sarjana dan hanya kuliah selama satu tahun. Namun, saya tetap tegar dan berusaha membuktikan bahwa saya bisa berhasil melalui usaha yang saya jalankan,” ungkap Metri.
Ke depan, Metri berharap SIMETRIS dapat semakin dikenal oleh masyarakat luas dan terus berkembang menjadi usaha yang mampu menyediakan berbagai kebutuhan pelanggan.
Ia juga berpesan kepada generasi muda agar tidak takut memulai usaha sejak dini.
“Jangan pernah takut untuk mencoba. Jika sudah memiliki usaha, tetaplah konsisten menjalaninya karena kesuksesan tidak datang secara instan,” pesan Metri.
Kisah Ni Ketut Metri Suarmini menjadi bukti bahwa keterbatasan ekonomi bukanlah penghalang untuk meraih kesuksesan.
Dengan keberanian memulai, kerja keras, dan konsistensi, usaha yang dirintis dari bangku SMP kini telah berkembang menjadi bisnis yang memiliki dua cabang di Kabupaten Buleleng. (bp/Luh Eka Resmi Warnadi/4C/PBSI/Undiksha)













