GIANYAR, Balipolitika.com- Berawal dari keprihatinan melihat anak-anak yang menghabiskan waktu dengan bermain ponsel (smartphone) hingga larut malam di lingkungan banjar, sebuah gerakan pelestarian budaya lahir di Gianyar.
Sekaa Gong Kebyar Anak-Anak Kumara Sandhi, Banjar Kebon, Desa Bona, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar yang terbentuk Jumat, 10 Mei 2024, kini tengah bersiap mengemban misi besar sebagai salah satu Duta kabupaten Gianyar dalam ajang seni bergengsi Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026.
Pembina sekaligus pendiri Sekaa Gong Kebyar Anak-Anak Kumara Sandhi, I Gusti Nyoman Oka Arsila menceritakan bahwa sekaa ini awalnya dibentuk secara spontan untuk memberikan wadah positif bagi anak-anak di banjar yang sebelumnya sering berkumpul hingga larut malam hanya untuk bermain ponsel.
Karena ada sarana berupa barungan gamelan angklung dan gamelan gong kebyar di banjar itu, I Gusti Nyoman Oka Arsila berinisiatif menawarkan agar anak-anak tersebut membentuk sekaa gong sebunan.
Bernama sekaa gong sebunan karena kelompok ini seluruh anggotanya berasal dari satu desa atau banjar adat yang sama.
Mulanya ditawari berlatih gamelan angklung, anak-anak memilih akhirnya memilih berlatih gong kebyar.
“Awal mulanya niki anak-anak niki kan main hp ring banjar. Main hp, rame, sekitar 15 orang sampai jam 11.00 malam tiap hari. Tiang lihat ada sarana angklung dan gong kebyar. Tiang kasih dia milih angklung atau gong kebyar. Oh gong kebyar. Mulailah tiang mengumpulkan anak-anak nika,” ujar sang pembina mengenang awal mula berdirinya sekaa tersebut.
Dari inisiatif spontan tersebut, antusiasme anak-anak ternyata luar biasa hingga terkumpul 30 orang yang berkomitmen untuk ikut berlatih gamelan gong kebyar.
Singkat cerita, kualitas penabuh Sekaa Gong Kebyar Kumara Sandhi mulai dilirik setelah beberapa kali aktif ngayah (tampil untuk upacara keagamaan, red) di berbagai tempat, antara lain di Pura Kahyangan Jagat Desa Adat Bona.
Penampilan mereka yang diunggah di media sosial menarik perhatian luas, hingga akhirnya mendapat kesempatan mebarung (pentas bersama, red) dengan sekaa gong kebyar anak-anak lainnya, termasuk mantan duta gong kebyar anak-anak Kabupaten Bangli tahun 2025.
Teranyar, mereka juga mebarung dengan Sekaa Gong Kebyar Anak-Anak Çudamani, Banjar Pengosekan, Desa Mas, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar.
Sekaa Gong Kebyar Anak-Anak Kumara Sandhi telah melewati tahap uji coba pada Senin, 13 April 2026 bertepatan dengan serangkaian HUT Kabupaten Gianyar ke-255 tahun 2026.
Pada momentum ini ditampilkan empat barung (seperangkat lengkap ansambel alat musik tradisonal, red) yang terdiri atas tiga barung sekaa gong anak-anak dan satu barung sekaa gong wanita.
“Dalam ngayah itulah kualitas anak-anaknya tiang kelihatan. Kal dadi anak-anak tiange niki (akan jadi anak-anak saya ini). Setelah ngayah-ngayah nika, kan diunggah di media sosial, sampai diundang ngayah mebarung dengan sekaa gong anak-anak Banjar Blangsinga. Kedua pendampingan Duta Gianyar saat upacara mekarya. Setelah pendampingan Duta Gianyar, niki diundang mebarung dengan mantan duta gong kebyar anak-anak Kabupaten Bangli 2025 ngayah di Pura Puseh Desa Bona. Setelah nika, ngayah di Padangtegal mebarung dengan Çudamani. Terakhir, uji coba sebagai Duta Gianyar dengan empat barung gong, ada tiga sekaa anak-anak dan satu wanita, empat barung-lah,” terang Oka Arsila mengenai perjalanan anak didiknya.
Kendati membawa nama daerah, perjalanan sekaa ini tidak luput dari tantangan klasik yang cukup berat, yaitu masalah pendanaan.
Hingga masuk bulan keenam proses latihan intensif berjalan dari sejak awal tahun, dana resmi dari pemerintah daerah diketahui belum kunjung cair.
“Awalnya niki, tanpa biaya tiang latihan. Persiapan dengan tidak ada dana, kayang mangkin dana untuk PKB niki durung keluar. Nggih astungkara tiang minjem dumun dana, nak sami kenten, ring Gianyar dengan persiapan untuk PKB yang mewakili (duta) sami durung cair dana PKB nyane” (sampai sekarang dana untuk PKB ini belum keluar. Saya pinjam dulu dana. Semuanya begitu di Gianyar persiapan untuk yang mewakili semua belum cair dana PKB-nya),” ungkap sang pembina sekaa blak-blakan mengenai kendala finansial yang dihadapi.
Oka Arsila menegaskan bahwa sejak awal berdiri hingga terpilih menjadi Duta Seni Gianyar, operasional sekaa ini murni mengandalkan sistem swadaya tanpa adanya bantuan dari sponsor luar.
Dorongan moral dan dorongan finansial secara mandiri dari para orang tua anak dan masyarakat Banjar Kebon, Desa Bona, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar menjadi pilar utama yang menjaga api semangat latihan anak-anak tetap menyala.
Untuk penampilan di Panggung Terbuka Ardha Candra nanti, Sekaa Gong Kebyar Anak-Anak Kumara Sandhi telah mengonfirmasi akan membawakan tiga materi, yaitu Tari Puspa Bala Agung, Tabuh Pepanggulan Titi Gonggang, dan Dolanan Mesemal-Semalan.
Proses pematangan materi ini diakui telah melewati fase berjenjang yang disiplin.
Pada tahap awal, anak-anak digembleng oleh pembina lokal sebelum akhirnya dipoles oleh pembina luar yang lebih ahli.
“Ada tiga materi. Pertama, wenten Tari Puspa Bala Agung. Kedua, pepanggulan (tabuh pepanggulan, red). Ketiga, dolanan. Niki tiang sareng Putu Darmada (salah satu pembina lokal) manten sareng kalih manten dumun sane nasarin anak-anak e niki, artine pembina lokal dumun, wusan nika setelah anak-anak tangannya baik (teknik dalam permainanya baik) wawu pembina saking luar. Pang persiapan rage lebih matenglah, kenten” (Di sini saya dengan Putu Darmada berdua saja yang terdahulu memberikan teknik dasar kepada anak-anak. Artinya pembina lokal dulu. Setelah anak-anak sudah menguasai teknik dasar permainan gambelan dengan baik, baru mendatangkan pembina dari luar daerah. Agar persiapan kita lebih matang),” pungkas Sang Pembina.
Saat ini, dengan evaluasi berkala dan pembinaan langsung dari Dinas Kebudayaan Gianyar dan Provinsi Bali, seluruh jajaran penabuh Sekaa Gong Kebyar Anak-Anak Kumara Sandhi dinyatakan telah melewati masa uji coba dengan hasil memuaskan.
Mereka siap memberikan performa terbaik demi mengharumkan nama Gianyar di ajang PKB XLVIII Tahun 2026, Jumat, 26 Juni 2026 pukul 19.30 Wita di Panggung Ardha Candra, Art Centre, Denpasar. (bp/I Gusti Nyoman Ari Suryantana J/4B/Basindo/Undiksha)













