JEMBRANA, Balipolitika.com- Hujan deras dengan intensitas tinggi memicu bencana tanah longsor dan banjir bandang di wilayah Kabupaten Jembrana, Bali. Cuaca ekstrem yang melanda sejak Minggu siang mengakibatkan kerusakan parah pada infrastruktur pemukiman serta akses jalan desa. Tim reaksi cepat kini tengah berupaya melakukan penanganan darurat pada sejumlah titik lokasi bencana yang tersebar di Kecamatan Mendoyo.
“Cuaca ekstrem berupa hujan deras mengakibatkan beberapa kejadian seperti tanah longsor, banjir dan pohon tumbang di sejumlah titik di Jembrana,” kata Kepala Pelaksana BPBD Jembrana, I Putu Agus Artana Putra, Senin, 6 April 2026.
Material tanah longsor dilaporkan menimbun satu unit rumah warga dan kendaraan bermotor di Banjar Dangin Pangkung Jangu. Longsoran tersebut juga menutup total akses jalan utama desa sehingga mobilitas warga setempat menjadi terganggu sepenuhnya. Dua kepala keluarga kehilangan tempat tinggal sementara akibat bagian dapur rumah mereka hancur tertimbun material tanah yang tebal.
“Material longsor dilaporkan menutup akses jalan desa serta menimpa rumah warga dan kendaraan bermotor milik masyarakat di Desa Pohsanten,” ujar Agus.
Selain tanah longsor, banjir besar meluap hingga merendam pemukiman warga di Banjar Tengah dengan dampak mencapai ratusan jiwa. Data sementara mencatat sedikitnya tiga ratus kepala keluarga harus menghadapi genangan air yang masuk ke dalam rumah mereka. Personel pemadam kebakaran dikerahkan untuk membantu proses penyemprotan lumpur sisa banjir yang menempel pada lantai serta dinding rumah.
“Titik banjir tersebar di wilayah Kecamatan Mendoyo dengan jumlah terdampak paling besar berada di Desa Mendoyo Dauh Tukad,” ucap Agus.
Luapan air juga melanda Lingkungan Baler Bale Agung di Kelurahan Tegal Cangkring serta beberapa dusun di Desa Yehembang. Tercatat belasan kepala keluarga pada wilayah tersebut harus mengamankan harta benda mereka dari terjangan air bah yang datang mendadak. Fenomena cuaca buruk ini turut memicu kejadian pohon tumbang di Desa Delodberawah yang sempat menghambat jalur lalu lintas darat.
“Hari ini dilakukan pembersihan mulai dari rumah hingga jalan yang terendam banjir dengan penyemprotan bantuan armada Damkar Jembrana,” papar Agus Artana.
BPBD Jembrana mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana susulan di tengah musim penghujan yang belum berakhir. Petugas lapangan terus melakukan asesmen mandiri guna memastikan kebutuhan logistik para pengungsi tetap terpenuhi secara layak dan cukup. Kewaspadaan ekstra sangat diperlukan bagi warga yang bermukim di bawah tebing rawan longsor serta wilayah rendah dekat bantaran sungai.
“Kami menyarankan warga segera melapor kepada petugas jika melihat tanda-tanda pergerakan tanah atau debit air sungai yang meningkat tajam,” tegasnya.
Kini fokus utama pemerintah daerah adalah memulihkan kembali akses transportasi dan memastikan kesehatan warga terdampak tetap terjaga dengan baik. Distribusi bantuan darurat mulai mengalir ke titik-titik pengungsian sementara untuk meringankan beban ekonomi masyarakat yang terkena musibah ini. Evaluasi menyeluruh terhadap sistem drainase wilayah juga akan dilakukan guna meminimalisir risiko banjir serupa pada masa yang akan datang.
“Sinergi antarinstansi sangat diperlukan dalam mempercepat proses pemulihan pascabencana agar aktivitas masyarakat dapat kembali normal secepat mungkin,” tutup Agus Artana. (BP/CHA).










