BALI, Balipolitika.com – Viral di unggahan sosial media TikTok, aktris kawakan Indonesia, Nova Eliza, mengaku kesal dengan sikap driver transportasi Bandara Ngurah Rai, Bali.
Bayangkan saja, ia baru turun dari pesawat rute Jakarta-Bali, langsung kena todong driver dengan harga tak masuk akal di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai.
Driver laki-laki itu menawarkan harga Rp400 ribu, tetapi saat Nova Eliza mengecek di aplikasi tarifnya hanya Rp 200 ribu dan tidak jadi.
Lalu lagi driver lain, menawarkan dengan harga Rp600 ribu dan yang ketiga ada driver lain mendatanginya menawarkan lebih mahal lagi Rp700 ribu hingga Rp800 ribu. Untuk rute Bandara Ngurah Rai ke Berawa.
Alasan semua driver menawarkan harga tinggi dari rata-rata tarif yang ada, karena kondisi di luar bandara macet. Akhirnya Nova Eliza memilih taksi berwarna biru logonya dan hanya menunggu sekitar 7 menit.
Begitu keluar dari bandara, Nova menilai bahwa tidak terlalu macet, dari bandara ke berawa walau memang padat tetapi masih jalan dan tidak stuck arus lalu lintasnya.
Alhasil ia pun membuat video, yang ia unggah pada 28 Desember 2025 dengan caption : “Pernah ngalamin gini ga? #bali”
Dan dalam video itu juga ia tulis “Disclaimer : Bukan untuk menyudutkan Pihak mana pun”.
Di mana Nova menyampaikan, pada videonya bahwa dirinya telah memesan taksi online dengan nomor kode sudah siap tapi sampai sana petugasnya bilang bahwa menunggu satu jam.
Di akhir video Nova Eliza berharap, dari pihak bandara melihat videonya secara utuh dan bagaimana caranya berbenah soal transportasi yang ada.
General Manager Bandara I Gusti Ngurah Rai, Nugroho Jati, mengatakan pihaknya menyesalkan adanya peristiwa tersebut.
“Menyikapi unggahan salah satu pengguna jasa Bandara I Gusti Ngurah Rai, terkait pengalaman menggunakan taksi di bandara, sebelumnya kami menyesalkan peristiwa yang terjadi dan menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan,” kata Nugroho, Rabu 7 Januari 2026.
Ia menambahkan, Bandara I Gusti Ngurah Rai juga senantiasa memastikan ketersediaan jumlah (supply) kendaraan di dalam bandara sehingga memudahkan penumpang dan penggunaan jasa bandara lainnya.
Selanjutnya untuk menindaklanjuti keluhan, pihaknya telah melakukan evaluasi dan mengambil langkah-langkah penanganan, antara lain meningkatkan patroli rutin oleh petugas Aviation Security (Avsec) di area terminal dan akses transportasi, peningkatan kolaborasi bantuan kendali operasi (BKO) dengan Polres Bandara Ngurah Rai dan TNI AU Bandara Ngurrah Rai dalam pengawasan pada titik-titik rawan. (BP/OKA)













