MADRID, Balipolitika.com- Bernardo Silva kesulitan menembus tim utama Real Madrid. Situasi sulit ini terjadi di Stadion Santiago Bernabeu, Chamartin, Madrid.
Gelandang timnas Portugal itu terpinggirkan ke bangku cadangan.
Penetapan daftar susunan pemain merujuk Regulasi Penyelenggaraan Pertandingan RFEF Bab Lima tentang Skuad Pertandingan. Jose Mourinho memegang kendali penuh.
Ia datang tanpa biaya transfer. Kontraknya di Manchester City habis.
Tetapi ekspektasi tinggi tak langsung terwujud manis di lapangan. Persaingan sektor tengah kelewat padat.
Menit bermainnya menyusut drastis.
Mourinho enggan membongkar pakem utama tim, beber laporan harian AS di Spanyol. Posisi gelandang bertahan sudah terkunci rapat.
Federico Valverde dan Aurelien Tchouameni menjadi tembok kokoh tak tergantikan. Keduanya penjaga keseimbangan permainan.
Sulit digeser.
Karakter bertahan dua pilar jangkar itu memberi proteksi maksimal bagi barisan belakang. Madrid tampil sangat stabil.
Sebaliknya kemampuan Bernardo menjaga bola sejatinya memberi dimensi berbeda. Ketenangan distribusinya sangat istimewa.
Visi bermainnya kelas satu.
Pengalaman panjang di Inggris membuktikan kehebatan sang pemain di lini krusial. Sebanyak 264 laga dijalaninya sebagai gelandang.
Angka itu setara 57 persen dari total penampilannya bersama Manchester City. Mental juaranya teruji matang.
Singkatnya sentuhan magis sang pemain langsung terasa saat partai derbi melawan Atletico Madrid. Madrid kalah 1-2 di kandang rival.
Bernardo baru merumput pada 15 menit akhir waktu normal pertandingan.
Dampaknya langsung terasa instan. Ritme permainan El Real membaik drastis meski hanya diperkuat sepuluh pemain.
Arus bola mengalir lancar. Tim tamu mengurung pertahanan musuh.
Pemain ini mampu melepaskan tim dari tekanan tinggi lawan, tegas pengamat taktik setempat. Penguasaan bolanya sangat lengket.
Namun kesempatan turun sebagai starter tercatat sangat minim musim ini. Ia baru mengoleksi 282 menit bermain.
Kiprah awalnya sempat menjanjikan saat menghadapi Espanyol dan Real Sociedad. Dua laga itu dilakoni sejak menit pertama.
Setelahnya sang gelandang hanya sekali kembali masuk sebelas pertama kontra Rayo Vallecano. Sisanya terparkir di luar lapangan.
Ruang gerak sang bintang tertutup rapat oleh pakem baku Mourinho. Menit bermainnya kian tergerus.
Lagipula Madrid membutuhkan kekuatan fisik melimpah guna membendung serangan balik lawan. Valverde dan Tchouameni memenuhi kriteria itu.
Keduanya punya daya jelajah luar biasa di lini tengah, imbuh staf analisis klub. Keseimbangan taktik terjaga utuh.
Sektor serang Los Blancos sudah dipadati penyerang sayap berkarakter ofensif. Sektor belakang butuh perlindungan ekstra.
Dengan demikian sang peracik taktik wajib memutar otak mencari solusi terbaik. Kualitas Bernardo terancam mubazir.
Rotasi pemain menjadi jalan keluar paling masuk akal bagi ruang ganti tim. Ketegangan pemain harus diredam.
Kemampuan mengatur tempo laga tetap dibutuhkan dalam jadwal kompetisi yang padat, pungkas jurnalis harian olahraga Madrid. Pelatih tak boleh keras kepala.
Selanjutnya jeda kompetisi internasional menjadi momen penting evaluasi strategi bagi Los Blancos. Formasi alternatif mulai dirancang.
Mourinho dituntut memadukan visi Bernardo tanpa merusak soliditas benteng pertahanan. Kompromi taktik mutlak dicari.
Pada akhirnya panggung pembuktian tetap terbuka bagi sang gelandang kreatif asal Portugal. Kualitasnya tinggal menunggu waktu. (BP/CHA).













