GIANYAR, Balipolitika.com- Gelar juara Piala Presiden 2026 resmi diraih Persebaya Surabaya di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Kamis (6/8/2026).
Mereka menumbangkan Persib Bandung. Kemenangan diraih via drama adu penalti 6-5.
Laga berjalan sangat alot. Skor imbang 1-1 bertahan. 120 menit tuntas.
Aturan regulasi turnamen mewajibkan penentuan pemenang dari titik putih. Tak ada pilihan lain.
Persebaya tampil luar biasa. Gelar utama disapu bersih. Gelandang asing Francisco Rivera dinobatkan sebagai pemain terbaik turnamen. Aksi individunya sangat menonjol.
Tetapi perjuangan Maung Bandung terhenti. Mereka harus puas di posisi runner-up.
Bencana dialami Persib saat babak extra time. Kartu merah langsung keluar. Wasit mengusir Mariano Peralta dari lapangan.
Kehilangan satu pemain membuat pertahanan goyah. Namun skor tak berubah.
Laga berlanjut ke adu penalti. Ketegangan memuncak di tribune.
Penendang pertama Persib gagal. Eksekusi Uilliam Barros ditepis kiper. Reza Arya tampil tenang.
Sebaliknya eksekutor Persebaya sangat dingin. Miguel Pereira sukses menjalankan tugas. Bola meluncur keras.
Tepisan kedua Reza Arya menentukan takdir. Tembakan Hamra Hehanussa dipatahkan.
Kemenangan ini memastikan tropi terbang ke Surabaya. Rekor baru terukir.
Suporter setia Bajul Ijo ikut bersuka cita. Bonek terpilih menjadi suporter terbaik.
Aksi tertib ditunjukkan sepanjang turnamen. Panitia mengapresiasi tinggi.
Persija Jakarta mengamankan tempat ketiga. Arema FC mengekor di urutan keempat.
Penyerang muda Persija menyabet gelar individu. Arlyansyah Abdulmanan menjadi pemain muda terbaik. Tiga gol dikoleksi.
Gelar Top Scorer direbut striker Arema FC. Gustavo Henrique melesakkan empat gol.
Persaingan berlangsung sangat sengit sejak awal. Setiap tim tampil ngotot.
Ramadhan Sananta sempat membakar semangat Persebaya. Gol dicetak menit ke-20.
Lima menit kemudian Persib membalas. Patricio Matricardi menyundul bola masuk. Skor menjadi imbang.
Jual beli serangan berlanjut. Babak kedua makin panas.
Namun tak ada gol tambahan diciptakan. Pertandingan terpaksa diperpanjang.
Pihak panitia penyelenggara menyebut seluruh agenda turnamen rampung sesuai regulasi. Acara ditutup dengan penganugerahan trofi.
Manajemen Persebaya membeberkan apresiasi tinggi untuk seluruh pemain. Kerja keras berbuah manis.
Pelatih Persebaya menegaskan ketenangan mental menjadi kunci utama kemenangan anak asuhnya. Semua pemain fokus.
Sebaliknya perwakilan Persib menerima kekalahan tersebut dengan lapang dada. Evaluasi total disiapkan.
Pesta kemenangan berakhir meriah di Bali. Surabaya pulang membawa kejayaan penuh. (BP/CHA).










