DENPASAR, Balipolitika.com- Perkelahian menggunakan senjata tajam berupa pecahan gelas pecah antara sesama turis asal Republik Rakyat Tiongkok di The Cameng Restaurant, Jalan Hang Tuah No. 33, Sanur Kaja, Denpasar Selatan, Senin 4 Agustus 2025 sekitar pukul 20.00 Wita.
Dua perempuan masing-masing bernama Zhang Qing (28 tahun) dan Nian Yue (27 tahun) luka-luka hingga berdarah akibat ditusuk menggunakan pecahan gelas tersebut.
Tiba di Denpasar usai Nusa Penida, Klungkung, Zhang Qing dan Nian Yue hendak menikmati makan malam di meja nomor satu restoran.
Saat asyik berdiskusi soal menu makanan yang akan dipesan, pengunjung lain di meja sebelahnya tersinggung karena merasa terganggu dengan obrolan mereka.
Tiba-tiba Moo Yon (29 tahun) langsung melontarkan kata-kata makian sembari mengancam akan memanggil temannya.
Benar saja, tak lama berselang, datanglah Ding Yonglong (33 tahun) yang langsung bersikap agresif dan melakukan pelecehan serta menghina dua perempuan Tiongkok itu.
Kekerasan pun tak terhindarkan di mana saat kedua korban hendak menghubungi pihak kepolisian, ponsel mereka dirampas.
Kemudian pria berambut kuning menendang kedua korban, menghancurkan piring, dan mengancam akan membunuh korban.
Tak main-main, ia juga menodongkan pecahan gelas ke arah leher kedua korban.
Korban sempat melakukan perlawanan, namun nahasnya mereka mengalami luka robek terbuka di bagian tangan kanan, luka sayatan di bahu kanan, dan lebam di tulang kering kaki.
Tak sendirian, Ding Yonglong diketahui menganiaya kedua korban bersama dua pelaku lain yang identitasnya belum diketahui karena paspor mereka hilang.
Beruntung, beberapa pengunjung dan warga sekitar segera datang untuk melerai perkelahian.
Dua orang dilaporkan sempat tergeletak di lantai saat tim BPBD Kota Denpasar.
Kedua korban lalu dievakuasi ke RS Sanur International Hospital untuk mendapatkan penanganan medis.
Dari lokasi kejadian, polisi mengamankan barang bukti berupa pecahan gelas yang digunakan untuk menodong korban, serbet yang berlumuran darah, serta sampel darah dari TKP.
Kapolsek Denpasar Selatan, AKP Agus Adi Apriyoga, S.I.K., M.H., membenarkan adanya kejadian tersebut.
Ia mengaku saat ini sedang dalam penanganan pihak kepolisian.
“Mereka sesama rombongan tamu asing diduga saling tidak kenal. Sekarang masih dalam menangani. Tetapi tidak ada korban yang meninggal dunia. Motifnya belum tau karena korban belum bisa dimintai keterangan,” ungkap AKP Agus Adi Apriyoga. (bp/sat/ken)












