Balipolitika.com- Bintang muda tim nasional Spanyol Lamine Yamal resmi mengukir sejarah luar biasa. Ia sukses meraih trofi Piala Dunia 2026 di New York New Jersey Stadium, Amerika Serikat, Minggu (19/7) waktu setempat. Penyerang sayap ini mengoleksi deretan trofi langka pada usianya yang baru menginjak 19 tahun. Sangat luar biasa. Kemenangan ini diraih sesuai dengan regulasi resmi fase gugur badan FIFA.
Langkah La Roja bertengger di panggung tertinggi sepak bola sejagat terasa begitu sempurna. Yamal sebelumnya sudah mengantongi gelar juara Euro 2024 bersama skuad Spanyol.
Gelar domestik juga ia libas habis. Bersama Barcelona, ia memenangi La Liga, Copa del Rey, hingga Piala Super Spanyol. Lengkap sudah.
“Pencapaian ini mengukuhkan dirinya sebagai talenta paling langka,” kata pengamat sepak bola dunia.
Yamal tampil amat dominan di lapangan rumput sepanjang kompetisi. Bukan sekadar pelengkap skuad. Menurut data resmi situs FIFA, Yamal mengukuhkan diri sebagai raja gocek turnamen lewat 35 dribel sukses.
Catatan individunya itu melesat jauh meninggalkan deretan bintang dunia lainnya. Kylian Mbappe hanya mencatatkan 28 dribel sukses.
Messi membuntut lewat 25 dribel. Singkatnya, angka Yamal juga mengangkangi Vinicius Junior dengan 23 dribel serta Jeremy Doku yang cuma mengemas 21 dribel.
Lagipula rekor dribel terbanyak sepanjang masa satu edisi Piala Dunia masih dipegang Diego Maradona. Legenda Argentina itu membuat 53 dribel di Meksiko 1986.
Lionel Messi memegang rekor abad ini melalui 46 dribel di Brasil 2014 lalu. Tetapi catatan Yamal tahun ini sudah tergolong sangat fantastis.
Sejarah baru resmi diukir. Yamal menjadi pemain pertama yang mampu tampil di final Euro sekaligus final Piala Dunia saat masih remaja.
Tepat pada usia 19 tahun 6 hari, ia menobatkan diri sebagai juara dunia. Termuda keempat dalam sejarah.
Catatan usianya hanya kalah dari Giuseppe Bergomi yang juara saat berusia 18 tahun. Selanjutnya ada dua legenda Brasil, Pele dan Ronaldo, yang mengangkat trofi di usia 17 tahun.
“Kami tidak peduli dengan rumor di luar,” ujar gelandang Spanyol Dani Olmo menanggapi aksi balik badan pemain Argentina usai laga. Olmo memilih merayakan gelar kejuaraan.
Pemain Spanyol bahkan mendapatkan hadiah cincin spesial usai mengunci gelar juara dunia tersebut. Hadiah yang sangat unik.
Sebaliknya, beberapa kritik pedas sempat menerpa kubu timnas Argentina pascapertandingan. Kiper mereka dinilai terlalu sering menguasai bola di lapangan, beber jurnalis di arena.
Pada akhirnya, Yamal seolah telah berhasil menamatkan permainan sepak bola modern di usia sangat muda. Publik dunia kini berdecak kagum. (BP/CHA).













