DENPASAR, Balipolitika.com– Tragedi terbaliknya Fast Boat “Bali Dolphin Cruise 2”, Selasa, 5 Agustus 2025 menewaskan dua orang turis berkewarganegaraan Tiongkok.
Dua wisatawan laki-laki asal Negeri Tirai Bambu itu masing-masing bernama Shi Guo Hong (20 tahun) dan Hanqing Yu (37 tahun) dinyatakan meninggal dunia.
Jenazah keduanya telah dievakuasi dan dibawa ke kamar jenazah Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Prof. Ngoerah, Denpasar guna proses identifikasi lebih lanjut.
Selain 2 korban tewas, seorang penumpang bernama Kadek Edi belum ditemukan, 2 penumpang kritis, dan 10 orang luka-luka.
“Bali Dolphin Cruise 2” yang dioperasikan oleh Perusahaan Axe Stone itu terbalik dan tenggelam akibat dihantam gelombang besar di Muara Pelabuhan Sanur, Denpasar, Selasa, 5 Agustus 2025 sekitar pukul 15.00 Wita.
“Bali Dolphin Cruise 2” diketahui mengangkut sebanyak 75 orang penumpang dan diawaki oleh Kapten I Kadek Ariawan bersama empat anak buah kapal (ABK).
Kapal nahas itu berangkat dari Pelabuhan Banjar Nyuh, Nusa Penida menuju Pelabuhan Sanur sekitar pukul 14.30 Wita.
Namun, saat akan memasuki pelabuhan dan melakukan manuver ke arah Pantai Padang Galak, “Bali Dolphin Cruise 2” dihantam ombak besar hingga terbalik dan tenggelam.
“Kami telah mengidentifikasi dua korban meninggal dunia, keduanya wisatawan asal Tiongkok,” ujar petugas kepolisian di lokasi.
Selain korban meninggal, belasan orang lainnya mengalami luka-luka dan kini tengah dirawat intensif di RS Bali Mandara, Denpasar Selatan.
Mayoritas korban luka adalah wisatawan asing, di antaranya Anna Vinokurova, David Mac Eachen, Aronas Penkauskas, Luk Recija Penkauskaite, Liuciya Penkauskiene, Sergei Vinnokuvov, Guo Xin Zhu, Sebastian Gough, Timothy Gough, Keren Gough, Mohamed ABS El Latif Jabri, Yu Yichen, Shaoxia Yu, I Made Ari Saputra, dan Anwar Fahri (64 tahun) seorang Dosen Universitas Mataram, asal Gunung Sari, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat.
Proses evakuasi sempat memakan wakti karena sebagian penumpang terombang-ambing di laut sebelum berhasil diselamatkan oleh tim SAR dan para nelayan, serta TNI/Polri.
Dikonfirmasi, Kasi Humas Polresta Denpasar AKP I Ketut Sukadi menyatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terhadap penyebab pasti insiden serta kelayakan kapal. (bp/sat/ken)












