TABANAN, Balipolitika.com- Masyarakat Kabupaten Tabanan mendadak gempar akibat beredarnya video amatir yang menampilkan tindakan asusila dua orang remaja di dalam sebuah rental PlayStation. Penjaga tempat usaha tersebut memergoki sepasang muda-mudi tengah melakukan hubungan badan di dalam bilik permainan yang tertutup. Aksi tidak terpuji ini memicu beragam reaksi dari publik setelah rekaman teguran sang penjaga tersebar luas di berbagai platform media sosial.
“Kami membenarkan bahwa pihak keluarga sudah melayangkan laporan resmi terkait peristiwa yang menghebohkan masyarakat tersebut,” ujar Kasatreskrim Polres Tabanan, AKP Teddy Satria Permana, saat memberikan konfirmasi di Mapolres Tabanan, Senin, 16 Februari 2026.
Kedua remaja tersebut terlihat mengenakan jaket berwarna hitam dan celana pendek saat petugas rental melakukan penggerebekan mendadak. Sang penjaga langsung menegur pelaku agar segera menghentikan perbuatan mesum itu dan menyuruh mereka memakai pakaian kembali. Remaja perempuan dalam video tersebut tampak sangat malu sambil berusaha menutupi wajahnya dari sorotan kamera telepon genggam.
“Laporan yang masuk kepada kami mencakup dugaan tindak persetubuhan serta masalah penyebaran video rekaman tersebut ke publik,” kata Teddy.
Orang tua dari remaja perempuan merasa sangat geram sehingga mereka memutuskan untuk membawa kasus ini ke jalur hukum. Pihak pelapor mendatangi Mapolres Tabanan pada hari Minggu untuk meminta keadilan atas kerugian moral yang menimpa anak mereka. Polisi kini sedang mengumpulkan berbagai alat bukti berupa rekaman video asli serta keterangan dari beberapa saksi kunci di lokasi.
“Laporan tersebut secara resmi dibuat oleh orangtua dari salah satu remaja yang terekam dalam video viral itu,” jelasnya.
Aparat kepolisian akan menelusuri kejadian hingga memintai keterangan dari berbagai pihak. Penyelidik juga tengah menelusuri identitas pengunggah pertama video yang menyebabkan kegaduhan besar di kalangan warga pengguna internet.
“Kasus ini masih dalam penanganan intensif pihak kepolisian hingga saat ini guna mengungkap seluruh kronologi kejadian sebenarnya,” tegasnya. (BP/CHA).













