Informasi: Rubrik Sastra Balipolitika menerima kiriman puisi, cerpen, esai, dan ulasan seni rupa. Karya terpilih (puisi) akan dibukukan tiap tahun. Kirim karya Anda ke [email protected].

Hukum & Kriminal

Bela Mardika, Suardana Sebut Tak Percaya Rumor Negatif Pro Reklamasi

DENPASAR, BaliPolitika.Com– Aktivis Tolak Reklamasi Teluk Benoa, I Nyoman Mardika tak gentar menghadapi tuduhan yang menyebutkan dirinya menerima tali asih dari PT TWBI Kabupaten Badung senilai Rp 250 juta rupiah. Sumpah cor adalah garansi “niskala” Mardika atas tuduhan yang dialamatkan padanya. Dia membantah menandatangani surat tanda terima tertanggal 22 September 2015 nomor 01 yang dikeluarkan PT TWBI.

“Tiada kata menyerah untuk perlawanan, sekalipun di-bully dan difitnah. #lawan,” tulis dedengkot LSM Yayasan Manikaya Kauci itu, Minggu (20/9/2020) siang. Mardika menekankan bahwa dirinya tidak pernah bertemu dengan PT TWBI maupun perwakilannya. Menariknya, tuduhan yang dialamatkan kepada Mardika mengundang simpati banyak pihak. Salah satunya, Koordinator Forum Rakyat Bali Tolak Reklamasi (ForBALI), I Wayan Suardana.

“Nyoman Mardika adalah salah satu kawan yang saya percaya. Sejak dia bergabung, tak sekalipun surut dalam gerakan. Berbagai ujian beresiko dia telah lewati dan tak kendor. Karena itulah saya percaya dia daripada percaya pada orang-orang yang menyebar rumor negatif yang notabene pro reklamasi,” ucapnya, Minggu (20/9/2020).

Suardana mengaku sudah bergerak 7 tahun. Tolak Reklamasi ungkapnya merupakan sebuah gerakan yang menyatukan banyak pihak; gerakan yang bermodalkan ketulusan menjaga tanah Bali. “Berbagai upaya dilakukan untuk memecah belah dan melemahkan barisan. Tapi semua terhempaskan. Perjuangan belum berakhir. Tetap semangat jaga raga dan jiwa. Solid, saling jaga, tetap kuat,” ungkap pria yang berprofesi sebagai advokat itu.

Diberitakan sebelumnya, surat tanda terima PT TWBI yang menyeret nama aktivis tolak reklamasi Teluk Benoa Mardika dihembuskan oleh pemilik akun facebook Wayan Setiawan, Jumat (18/9) pagi. Setiawan menyinggung istilah aktivis 4 T, yakni Teriak Tolak Tapi Tampi (menerima, red). “Uang tali kasih aktivis 4 T. Teriak tolak tapi tampi. Kirrrr,” tulisnya sembari mengunggah kwintansi atau bukti tanda terima bermaterai 6000 yang ditandatangani Mardika. Setiawan mengaku mendapatkan informasi A1 alias valid dan tepercaya terkait surat itu. (bp)

Berita Terkait

Back to top button

Konten dilindungi!