BADUNG, Balipolitika.com– Sempat heboh karena pengerjaan candi bentar tak simetris atau besar sebelah alias “bentar-bentir” renovasi penyengker Pantai Seminyak, Legian, dan Kuta menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Badung Tahun Anggaran 2023 senilai Rp27,3 miliar, PT Bianglala Bali menang tender proyek pembangunan Museum Taman Perdamaian Bali Rp131.105.658.871 atau Rp131,1 miliar lebih.
Berdasarkan data pada laman LPSE Badung, paket proyek dengan kode RUP 66107821 tersebut menggunakan sumber dana APBD 2026 dengan nilai pagu mencapai Rp145.739.876.000 (Rp145,7 miliar) di mana nilai harga perkiraan sendiri (HPS) tercatat sebesar Rp133.791.802.655,00 (Rp133,79 miliar).
Pekerjaan konstruksi dengan nama tender “Belanja Pembangunan Museum Taman Perdamaian Bali” oleh Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung selanjutnya ditawar PT Bianglala Bali, Jalan Gunung Andakasa No. 2X, Padangsambian, Denpasar Barat dengan harga penawaran Rp131.155.966.300,00 hingga muncul harga terkoreksi Rp131.155.966.300,00 plus harga negosiasi Rp131.105.658.871,87.
Adapun 41 peserta lelang yang tender “Belanja Pembangunan Museum Taman Perdamaian Bali” yang menjadi pesaing PT Bianglala Bali adalah CV Karma Yudha, PT Melangit Jaya Mandiri, PT Waskita Beton Precast, Tbk., PT Mega Mesari Group, PT Nindya Karya (Persero), CV Gebina Nafrina Mandiri, PT Putra Irian Cahaya, PT Wijaya Karya Bangunan Gedung, CV Mulia Karya Utama, PT Catur Karya Bersaudara, PT Geo Indogreen Karya, PT Karya Nirmala Utama, PT Aditya Sinar Pratama, PT Elang Bhumi Persada, PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama, Tbk., CV Krisya Jaya Utama, CV Nadi Guna Karya, Adi Gandha Laras Jaya, CV Global Presisi, CV Devi Maju Jaya, CV Dian Artha Utama, Wangun Amertha Jaya, CV Permai, PT Mentari Mitra Megah, CV Gaya Trie, Andy Wijaya Musthofa, CV Tangkah Karya Sejati, PT Tiga Dolok Cipta Karya, PT Karya Dinamis Mesari, PT Surya Bali Konstruksi, CV Battar, CV Mahkotah Blambangan, PT Galva Technologies Tbk, PT Kresna Putra Karya, CV Wija Karya, PT Asthacipta Yarra Infotech, CV Hartawan Konstruksi, PT Sinar Emas Samudra, PT Sinar Bali Binakarya, CV Mandawe, dan PT Tunas Jaya Nusantara.
Sesuai papan pengumuman di lokasi proyek diketahui pekerjaan Belanja Pembangunan Museum Taman Perdamaian Bali ini bernomor SPK: 400.6.2/2059/DISHUB tertanggal 21 April 2026 bernilai Rp131.105.658.871 dengan jangka waktu pelaksanaan 240 hari kalender.
Dalam proyek bernilai fantastis ini, PT Bianglala Bali selaku kontraktor pelaksana, PT Demensi Ronakon KSO CV. Bina Bwana Wisesa selaku konsultan pengawas, dan PT Tata Rancana Hijau sebagai konsultan perencana.
Kepala Dinas Kebudayaan Badung, I Gede Sukadana mengatakan Museum Taman Perdamaian Bali di Kuta bernilai super fantastis, yakni Rp131,1 miliar lebih bukan sekadar bangunan, melainkan monumen hidup yang merangkum tiga dimensi sekaligus, yakni kenangan, edukasi, dan harapan.
“Museum ini bukan sekadar bangunan. la adalah monumen hidup yang merangkum tiga dimensi sekaligus, yakni kenangan, edukasi, dan harapan,” ujar I Gede Sukadana.
Anggaran super fantastis, yakni Rp131,1 miliar akan menopang museum dirancang sebagai fasilitas terintegrasi yang memadukan fungsi sejarah, pendidikan, dan ruang publik modern.
Museum Taman Perdamaian Bali ini akan dilengkapi ruang pamer, ruang koleksi, ruang edukasi audio visual, ruang pertemuan, ruang terbuka hijau, hingga parkir basement dua lantai.
Khusus kemenangan tender PT Bianglala Bali yang sempat naik daun dan jadi “tertawaan dunia” versi netizen di 2023 lalu berkat mahakarya “Candi Bentar-Bentir” diketahui dari sisi teknis pengadaan, tender proyek konstruksi ini menggunakan metode pascakualifikasi satu file dengan sistem harga terendah gugur. (bp/ken)













