TABANAN, Balipolitika.com– Ajang crypto dan Web3 terbesar di dunia yang diprediksi menghadirkan lebih dari 10.000 peserta dihelat di Pulau Dewata, Bali, Kamis hingga Jumat, 21-22 Agustus 2025 atau kurang dari seminggu pasca Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80.
Event internasional bertajuk Coinfest Asia 2025 akan dimulai dari sesi Tabanan Talks hingga hackathon dan pertemuan investor yang berpusat di Nuanu Creative City, kawasan kreatif seluas 44 hektare di Bali.
Dijuluki sebagai ajang crypto dan Web3 terbesar di dunia, festival ini siap menyambut lebih dari 10.000 peserta dari lebih dari 90 negara, termasuk para pemimpin industri, inovator, kreator, dan penggemar.
Menarik diketahui, sebelum tiba di Nuanu Creative City, puluhan ribu peserta ini harus melewati jalan sempit berkelok yang bolong-bolong.
Sejumlah ruas bolong-bolong dengan kedalaman lebih, sesuai pantauan Redaksi Balipolitika.com saat ini hanya ditembel seadanya dan sangat berbahaya bagi pengendara, khususnya pemotor.
Di sisi lain, diketahui ajang crypto dan Web3 terbesar di dunia ini telah dipersiapkan dengan matang di Nuanu Creative City, Bali.
Sesuai rilis yang diterima redaksi, Lev Kroll, CEO of Nuanu Creative City mengatakan yang membuat festival ini istimewa adalah keterbukaannya ke semua orang untuk belajar dan berpartisipasi—bukan hanya untuk praktisi Web3.
“Visi kami adalah menjadikan Nuanu tempat di mana ide-ide luar biasa bertemu dengan dunia. Melalui Coinfest Asia, Nuanu menjadi panggung utama yang menghubungkan dunia teknologi dengan budaya dan komunitas, dan percakapan menghasilkan kolaborasi,” ungkapnya.
Selama dua hari, Nuanu akan bertransformasi menjadi kawasan Web3 yang ramai—tempat berkumpul para pembangun, investor, kreator, dan changemakers—menampilkan ekosistem multi-venue kawasan ini yang dipadu dengan pengetahuan, budaya, dan hiburan.
Adapun beberapa agenda yang dihelat di Coinfest Asia 2025 mencakup sesi Tabanan Talks di Ash; program akselerasi, termasuk kolaborasi dengan institusi besar Indonesia, di SOL Studio; pertemuan investor dan deal-making lounge; arena gaming di Block 42 yang disertai demo langsung; serta parade budaya Ogoh-Ogoh yang merayakan integrasi antara Coinfest Asia dan Nuanu dengan budaya Bali serta komunitas kreatif modernnya.
Edisi tahun ini mengusung tema “Full Moon”—yang mencerminkan pergeseran besar bagi ekosistem.
“Full Moon adalah simbol momentum. Saatnya berbagai ide dan inovasi muncul ke permukaan dan diperlihatkan secara nyata,” ujar Joditha, Head of Events Coinfest Asia.
Peran Nuanu sebagai tuan rumah menegaskan kemunculannya sebagai pusat kreativitas di Asia Tenggara, sebuah kawasan yang netral dan berbagai dialog dapat berlangsung dan diperkuat.
Mulai dari pendidikan dan seni hingga kesehatan dan kebugaran, hiburan, serta alam, desain terintegrasi Nuanu memungkinkan festival seperti Coinfest Asia menghubungkan inovasi global dengan budaya lokal yang menempatkan Bali sebagai pusat di panggung global. (bp/ken)













