DENPASAR, Balipolitika.com– Tragedi Arca Bungalow, kawasan Jalan Three Brothers, Legian Tengah, Kecamatan Kuta, Badung, Minggu, 13 September 2026 menguak fakta mengerikan.
Shaw Damien John (57 tahun), pria berkewarganegaraan Australia yang tega mengakhiri hidup kedua anaknya, yakni Archie Damien Shaw (7 tahun/Australia-Indonesia) dan Laura Kaye Shaw (4 tahun/Australia-Indonesia) ternyata mengidap gangguan jiwa.
Pernyataan itu disampaikan Kapolresta Denpasar, Kombes Pol Leonardo D. Simatupang, didampingi Kabid Humas Kombes Pol Ariasandy di Ruang Press Room Bid Humas Polda Bali, Selasa, 15 September 2026.
“Keterangan dari istri pelaku mengungkap bahwa kondisi keharmonisan rumah tangga mereka telah merenggang sejak tahun 2022 akibat sering terjadi cekcok dan diketahui sang suami/SDJ memiliki kelainan tingkat kecemasan yang sangat tinggi. Kebetulan tanggal 10 September 2026 lalu sang istri pulang ke rumah orang tuanya di Jakarta,” ucap Kapolresta Denpasar, Kombes Pol Leonardo D. Simatupang, didampingi Kabid Humas Kombes Pol Ariasandy.
Lebih jauh disampaikan bahwa Shaw Damien John mempunyai riwayat percobaan bunuh diri.
“Pelaku juga pernah mencoba mengakhiri hidup bulan lalu menggunakan kabel, namun berhasil digagalkan oleh istrinya. Selama ini, pelaku tidak pernah menjalani pengobatan medis, namun sang istri sudah mengetahui kelainan suaminya tersebut,” bebernya.
Berdasarkan hasil otopsi luar dan identifikasi terhadap ketiga korban, tim medis dan identifikasi kepolisian menemukan sejumlah fakta fisik pada tubuh para korban.
“Kekerasan pada anak, hasil pemeriksaan visual dokter menunjukkan adanya tanda-tanda kekerasan, khususnya pada bagian leher kedua anak tersebut. Terkait ciri fisik pelaku, saat ditemukan jenazah sang suami menunjukkan indikasi biologis berupa keluarnya cairan sperma, yang memperkuat tanda-tanda kematian akibat gantung diri,” ucap Kapolresta Denpasar, Kombes Pol Leonardo D. Simatupang, didampingi Kabid Humas Kombes Pol Ariasandy.
Terkait analisis rekaman CCTV dan keterangan saksi, diungkapkan bahwa sang suami diduga kuat membunuh kedua anaknya sebelum akhirnya mengakhiri hidupnya sendiri.
“Hasil analisis CCTV dan rekaman suara, terungkap kronologi tragis kasus tersebut. Terdengar suara anak laki-laki (korban) menjerit di dalam kamar, dan terlihat anak perempuan (korban) sempat berlari keluar. Namun dikejar dan ditangkap oleh sang ayah/SDJ terduga pelaku. Lalu dibawa kembali ke dalam kamar. Pelaku kemudian masuk ke gudang untuk mengambil tali berwarna biru yang digunakan untuk mengakhiri hidupnya,” imbuhnya.
Shaw Damien John juga menghilangkan barang bukti karena sebelum melancarkan aksi ia sempat membalikkan arah kamera CCTV ke bawah. (bp/ken)










