SINGAPURA, Balipolitika.com- Langkah Tim Nasional Indonesia di ajang Piala AFF 2026 terhenti secara dramatis pada fase penyisihan grup. Skuad Garuda ditahan imbang 1-1 oleh Singapura. Laga panas ini digelar di Jalan Besar Stadium, Singapura, Jumat (7/8) malam WIB.
Tambahan satu poin menahan Indonesia di peringkat ketiga klasemen akhir Grup A. Poin total cuma tujuh. Langkah tim terhenti.
Sebaliknya, Singapura sukses mengamankan tiket semifinal usai mengoleksi delapan poin. Tuan rumah mendampingi Vietnam.
Kelolosan ini merujuk Regulasi Pertandingan Piala AFF 2026 Pasal 16.2 tentang Skenario Kualifikasi. Posisi dua besar grup berhak melaju.
Garuda sejatinya tampil sangat menekan sejak menit awal pertandingan. Penguasaan bola menyentuh angka 58 persen. Sayang, babak pertama usai kacamata 0-0.
Gol pecah cepat saat babak kedua baru berjalan satu menit. Ragnar Oratmangoen sukses membobol gawang Izwan Mahbud. Tembakannya terukur tajam. Skor berubah 1-0.
Kedudukan unggul itu bikin suporter Indonesia bergemuruh. Asa lolos sempat terbuka lebar.
Petaka justru menghantam Indonesia pada menit ke-65. Lewat serangan balik kilat, Ilhan Fandi menaklukkan Cahya Supriadi. Skor imbang 1-1.
Gol balasan itu meruntuhkan fokus bertanding pemain. Situasi berbalik makin menegangkan.
Singkatnya, Indonesia langsung menggempur habis benteng lawan demi mengejar kemenangan. Total 14 tembakan diluncurkan sepanjang laga. Cuma lima tepat sasaran.
Kiper Izwan Mahbud tampil bak pahlawan di bawah mistar. Penyelamatan gemilang berulang kali ditunjukkannya. Tuan rumah selamat.
Tetapi, penyelesaian akhir anak-anak Garuda terbukti sangat buruk. Tujuh eksekusi tendangan sudut terbuang sia-sia.
Sebaliknya, Singapura bermain amat pragmatis sepanjang paruh kedua. Taktik *low block* rapat diperagakan.
Selanjutnya, pertahanan kokoh tuan rumah gagal ditembus lagi hingga peluit panjang. Skor 1-1 tak berubah.
Hasil seri ini langsung memicu kekecewaan mendalam bagi skuad Indonesia. Pintu semifinal tertutup rapat.
Tangis haru pecah di lapangan. Pemain tertunduk lesu.
Lagipula, efektivitas transisi bertahan Indonesia terbukti masih sangat lemah. Lubang belakang gampang diterobos musuh.
Perjuangan skuad Garuda resmi berakhir lebih awal. Mereka harus segera berkemas pulang.
Pada akhirnya, Singapura merayakan kelolosan bersama para pendukungnya. Indonesia terpaksa menggigit jari. (BP/CHA).













