DENPASAR, Balipolitika.com- Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Gerakan Indonesia Raya (DPD Gerindra) Provinsi Bali, Made Muliawan Arya alias De Gadjah merespons santai isu dirinya maju sebagai calon kepala daerah atau Gubernur/Wakil Gubernur Bali pada hajatan politik Pilgub Bali 2029/2031 mendatang.
Sebelumnya, sosok yang mengemban amanah sebagai Nakhoda Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Bali itu sempat digadang-gadang akan menjadi rival I Nyoman Giri Prasta yang saat ini menjabat sebagai Wakil Gubernur Bali.
Terbaru, isu serupa kembali berhembus; bahkan dengan wacana duet bersama Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa atau Arya Wedakarna (AWK).
Isu tersebut mencuat setelah AWK mengunggah foto kebersamaannya dengan De Gadjah di media sosial dibumbui keterangan yang memancing perhatian publik.
“Gimana? Udah cocok jadi Gubernur Bali – Wakil Gubernur Bali 2030 gantikan Pak Wayan Koster yang akan pensiun 2030?” demikian kalimat memancing tersebut.
Dalam unggahan itu, AWK juga memaparkan analisis terkait kekuatan masing-masing figur.
De Gadjah disebut memiliki kedekatan dengan Presiden Republik Indonesia ke-8, Prabowo Subianto serta bermodal basis pendukung kuat di Bali Selatan dan Timur, khususnya dari kalangan generasi Z.
Sementara itu, AWK dinilai memiliki keunggulan dari sisi latar belakang pendidikan dan pengalaman politik, dengan basis pemilih di kalangan ibu-ibu dan anak muda di wilayah Bali Barat, Tengah, dan Utara.
“De Gadjah orangnya Prabowo, AWK orangnya Jokowi, Klop! Satu Komando dengan Pusat! Yang penting APBN mengalir ke Bali,” tulis AWK.
Menanggapi hal tersebut, De Gadjah hanya memberikan respons singkat.
Ia menegaskan belum memikirkan kontestasi politik 2030 karena masih terlalu jauh.
“Belanda masih jauh. Saya masih fokus kepentingan masyarakat dan program Presiden. Belum pikir ke arah sana,” ucapnya singkat. (bp/ken)













