BULELENG, Balipolitika.com– Total sebanyak 3 korban jiwa sudah ditemukan dalam Operasi SAR pasca banjir bandang di Desa Banjar, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Jumat, 6 Maret 2026.
Para korban meninggal dunia tersebut adalah Dewa Ketut Adi Suarjana (55 tahun), Komang Suci (44 tahun) serta dua anak kandungnya, yakni Kadek Wahyu (12 tahun) dan Putu Wini (17 tahun),
Mirisnya, nama terakhir hingga Rabu, 11 Maret 2026 masih belum ditemukan sehingga tidak diketahui apakah hidup atau meninggal dunia seperti ibu dan adik kandungnya.
Berempati atas musibah tersebut, Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Gerakan Indonesia Raya (DPD Gerindra) Provinsi Bali, Made Muliawan Arya atau akrab disapa De Gadjah melakukan kunjungan mendadak ke Desa Banjar, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Selasa, 11 Maret 2026.
Kedatangannya untuk meninjau langsung kondisi warga yang terdampak bencana banjir bandang yang terjadi pada Jumat, 6 Maret 2026 lalu.
Dalam kunjungan tersebut, De Gadjah terlebih dahulu mendatangi posko penanggulangan bencana yang berlokasi di Kantor Polsek Banjar.
De Gadjah disambut oleh Camat Banjar, Sekretaris Kecamatan Banjar, Kapolsek Banjar, serta tim gabungan relawan SAR, termasuk perwakilan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) setempat.
Turut mendampingi dalam kunjungan itu Ketua Fraksi Gerindra DPRD Provinsi Bali, Gede Harja Astawa yang sejak beberapa hari sebelumnya telah berada di lokasi untuk memantau dan membantu penanganan bencana.
Hadir pula Wakil Ketua DPRD Kabupaten Buleleng dari Fraksi Gerindra, Kadek Widana yang turut berkoordinasi dengan relawan dan masyarakat terdampak.
Dalam pertemuan tersebut, De Gadjah berdiskusi langsung dengan Camat Banjar, Kapolsek Banjar, serta pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengenai kronologi peristiwa banjir bandang dan langkah-langkah penanganan yang telah dilakukan.
De Gadjah menegaskan kepada jajaran kader Gerindra yang duduk di legislatif agar aktif melakukan koordinasi dan terus memperbarui perkembangan situasi di lapangan.
“Sebagai wakil rakyat, kita harus segera mengambil langkah-langkah konkret untuk membantu proses pemulihan masyarakat yang terdampak. Fasilitas yang rusak harus segera diperbaiki, dan penggunaan anggaran daerah harus dimaksimalkan untuk kepentingan masyarakat,” tegas De Gadjah.
Menurutnya, pemulihan pasca bencana harus menjadi prioritas utama, terutama bagi warga yang rumahnya rusak dan kehilangan peralatan rumah tangga akibat banjir bandang tersebut.
Dalam diskusi bersama aparat pemerintah dan relawan, turut dibahas pula sejumlah faktor yang diduga menjadi penyebab terjadinya banjir bandang di wilayah Banjar.
Selain dipicu oleh cuaca ekstrem, De Gadjah menyoroti adanya alih fungsi lahan di kawasan hutan wilayah Buleleng.
Banyak pohon besar yang sebelumnya berfungsi menyerap air hujan telah ditebang dan diganti dengan tanaman produksi yang dinilai tidak mampu menahan dan menyerap air secara optimal.
Selain itu, penyempitan aliran sungai juga disebut menjadi faktor yang memperparah derasnya arus air saat hujan lebat mengguyur wilayah tersebut.
Sebagai bentuk empati, dalam kesempatan tersebut, De Gadjah juga menyerahkan bantuan berupa 17 paket peralatan dapur kepada warga yang rumahnya mengalami kerusakan paling parah akibat banjir bandang.
Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis kepada dua perwakilan warga dari Dusun Ambengan dan Dusun Melanting, Desa Banjar, yang turut didampingi oleh kepala dusun masing-masing.
Menurut laporan aparat setempat, terdapat sekitar 17 kepala keluarga yang mengalami kerusakan rumah cukup berat sehingga membutuhkan bantuan peralatan rumah tangga baru.
Selain meninjau rumah warga, rombongan juga mengunjungi SD Negeri 5 Banyar yang terdampak lumpur akibat banjir.
Saat itu, personel TNI di bawah komando Dandim Buleleng tengah melakukan kerja bakti membersihkan lumpur setinggi lutut di area sekolah.
Para prajurit TNI terlihat bekerja dengan peralatan yang sangat terbatas, hanya menggunakan cangkul, sekop, dan gerobak dorong (arko).
Melihat kondisi tersebut, De Gadjah langsung menginstruksikan kepada Ketua Fraksi Gerindra di DPRD Provinsi Bali untuk segera menyediakan tambahan peralatan guna mempercepat proses pembersihan.
Tak lama kemudian, bantuan berupa 5 unit arko, 5 cangkul, dan 5 sekop berhasil didatangkan dan langsung diserahkan kepada perwakilan TNI di lokasi untuk digunakan dalam kegiatan pembersihan.
Sementara itu, Ketua Fraksi Gerindra DPRD Provinsi Bali, Gede Harja Astawa, menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan kehadiran langsung De Gadjah di lokasi bencana.
Menurutnya, kunjungan tersebut memberikan dorongan moral bagi masyarakat serta para relawan yang selama ini bekerja tanpa kenal lelah membantu proses penanganan bencana.
“Relawan dari TNI, Polri, Basarnas, PMI, serta masyarakat bergotong-royong membantu warga. Mulai dari pencarian korban yang meninggal hingga membersihkan lumpur dan sampah yang masih menutup rumah warga,” ujarnya.
Ia menambahkan, DPRD Provinsi Bali juga akan segera menggelar rapat bersama pemerintah daerah guna membahas langkah-langkah percepatan pemulihan pasca bencana banjir bandang di Kecamatan Banjar.
Dengan adanya sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, relawan, dan masyarakat, diharapkan proses pemulihan wilayah terdampak banjir di Desa Banyar dapat berjalan lebih cepat sehingga kehidupan warga dapat kembali normal. (bp/ken)













