BULELENG, Balipolitika.com– Putu Adela Krisnandi, mahasiswi Program Studi S1 Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), sukses menorehkan pencapaian gemilang.
Tak tanggung-tanggung, mahasiswi yang akrab disapa Adel ini berhasil meraih tiga prestasi sekaligus di kancah nasional dalam waktu yang berdekatan.
Prestasi tersebut meliputi Juara 1 Komunita Economics Championship yang diselenggarakan oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu), lolos pendanaan program P2MW (Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha), serta berhasil menerima Beasiswa Bank Indonesia (BI).
Keberhasilan Adel terbilang luar biasa, mengingat tim dari Undiksha yang lolos pendanaan P2MW sangat selektif, dari puluhan tim Undiksha hanya 3 tim yang lolos dan salah satunya adalah tim yang ia pimpin.
Adel mengakui dirinya juga merupakan orang yang sering overthinking dan sempat ragu saat mengambil tawaran P2MW.
Namun, dengan keberanian untuk mencoba, ia berhasil membuktikan bahwa tantangan yang ditakutkan tidak seseram yang dibayangkan.
Saat diwawancarai, Adel yang saat ini duduk di semester 4 mengaku bahwa seluruh pencapaian ini memang ia targetkan sejak awal.
Sebagai mahasiswi akuntansi, ia memilih untuk fokus mengikuti berbagai perlombaan dan kegiatan yang bersinggungan langsung dengan bidang ekonomi.
Meski kini memetik buah manis, Adel menceritakan bahwa proses yang dilaluinya sama sekali tidak mudah.
Ia dan rekan-rekan setimnya harus mengorbankan banyak waktu, bahkan sering kali begadang hingga larut malam demi mempersiapkan perlombaan.
“Saingannya waktu lomba dari Kemenkeu itu ada dari STAN, UI, UGM, dan universitas top lainnya di Indonesia. Tapi justru dari situlah yang membuat saya semangat. Kita bisa membuktikan bahwa kita mampu meraih juara 1 melawan universitas-universitas besar tersebut,” ujar Adel penuh semangat, Rabu, 10 Juni 2026.
Adel juga mengungkapkan bahwa di balik kesuksesan ini, ada banyak kegagalan di perlombaan lain yang tidak terlihat oleh banyak orang.
Dalam sebulan, ia bisa mengikuti beberapa kompetisi baik tingkat nasional maupun internasional.
Sebagai anak tunggal, motivasi terbesar Adel dalam berprestasi adalah kedua orang tuanya.
Ia menceritakan bahwa dampak pandemi Covid-19 sempat membuat keluarganya harus pindah dari Denpasar ke Singaraja demi menyesuaikan kondisi ekonomi.
Perjuangan orang tuanya dalam membiayai kuliah menjadi pemantik api semangat Adel untuk memberikan umpan balik (feedback) terbaik berupa prestasi.
Selain itu, menyeimbangkan waktu antara kuliah di semester 4 yang penuh tugas, aktif di organisasi Ikatan Akuntan Indonesia (IAI), dan mengikuti kompetisi tentu bukan perkara mudah.
Adel membagikan tips utamanya, yaitu selalu menempatkan perkuliahan dan tugas akademik sebagai prioritas nomor satu.
Ia menyarankan agar mahasiswa lain tetap aktif berorganisasi dan ikut perlombaan untuk mengasah kompetensi bisnis serta akuntansi, namun dengan catatan tidak melakukannya secara berlebihan hingga menggeser fokus utama kuliah.
Menutup sesi wawancara, Adel memberikan pesan menyentuh bagi seluruh mahasiswa Undiksha yang masih ragu untuk memulai hal baru atau mengikuti kompetisi.
“Jangan pernah membatasi diri hanya karena rasa takutmu belum terjadi. Keraguan itu wajar, tapi jangan biarkan rasa ragu itu mengambil keputusan yang seharusnya diambil oleh keberanianmu,” pesannya. (bp/Putu Rendy Prema Satya/4C/Basindo/Undiksha)










