BALI, Balipolitika.com – Presiden Prabowo Subianto menyoroti masalah sampah di Bali, terutama di pantai-pantai yang menjadi destinasi wisata.
Ia meminta pemerintah daerah melibatkan pelajar sekolah, dalam kegiatan pembersihan lingkungan sebagai langkah konkret mengatasi masalah tersebut.
Prabowo juga menekankan, bahwa kebersihan lingkungan merupakan prasyarat penting bagi keberlanjutan pariwisata dan kesehatan masyarakat.
“Maaf ya gubernur, bupati-bupati dari Bali, ini real lho, Bali bulan Desember 2025, ini pantai Bali, bagaimana turis mau datang ke situ lihat sampah?,” kata Prabowo dalam pidatonya.
Ia juga mengajak semua elemen masyarakat bekerjasama membersihkan lingkungan. Prabowo juga mengumumkan rencana pembangunan, 34 proyek pengolahan sampah menjadi energi di 34 kota, yang harapan dapat beroperasi dalam waktu dua tahun.
Selain itu, ia juga meluncurkan Gerakan Indonesia ASRI (aman, sehat, resik, dan indah) untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kebersihan lingkungan.
Jumlah sampah pantai di Bali cukup besar. Berdasarkan data, sekitar 3,9 ton sampah plastik di pantai-pantai Bali setiap kilometer persegi.
Sementara itu, total sampah yang Bali hasilkan mencapai 4.281 ton per hari, dan sekitar 11 persen di antaranya mengalir ke laut, yang berarti sekitar 1,5 juta ton sampah per tahun.
Sampah plastik merupakan jenis sampah yang paling banyak di pantai-pantai Bali, yaitu sekitar 70 persen dari total sampah yang ada.
Hal ini oleh beberapa faktor, seperti kurangnya kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah, kurangnya infrastruktur pengolahan sampah, dan peningkatan jumlah wisatawan.
Pemerintah Provinsi Bali telah melakukan upaya untuk mengatasi masalah sampah ini, seperti membuat peraturan untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya mengelola sampah dengan baik. (BP/OKA)











