TABANAN, Balipolitika.com– Teka-teki mengenai siapa yang bakal mengisi kekosongan kursi Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Sanjayaning Singasana akhirnya terjawab. Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya, resmi melantik I Gusti Made Arya Gunanta untuk menakhodai badan usaha milik daerah tersebut pada Senin (29/6/2026).
Langkah strategis ini diharapkan mampu membawa angin segar sekaligus mendongkrak taji perusahaan dalam menggerakkan roda perekonomian lokal.
Pelantikan Arya Gunanta didasarkan pada Surat Keputusan (SK) Bupati Tabanan tertanggal 15 Juni 2026. Selain posisi direktur utama, pelantikan juga dilakukan kepada Kadek Surya Prasetya Wiguna yang dipercaya mengemban amanah sebagai Dewan Pengawas Independen pada Perumda tersebut.
Gayung bersambut, estafet kepemimpinan baru ini langsung memantik respons dari pihak legislatif.
Ketua Fraksi DPRD Tabanan, I Putu Eka Putra Nurcahyadi, memaparkan ekspektasi besarnya agar jajaran direksi yang baru dilantik segera tancap gas dan melahirkan inovasi segar, terutama dalam menggandeng serta memajukan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Tabanan.
“Selain memiliki inovasi, kami juga berharap Dirut Perumda Sanjayaning Singasana yang baru lebih kreatif dalam memajukan UMKM,” kata Eka Putra Nurcahyadi.
Politikus asal Marga ini juga mewanti-wanti agar manajemen baru tidak menunjukkan iktikad buruk dengan bekerja monoton atau terjebak dalam zona nyaman. Eka meminta Perumda melebarkan sayap bisnis agar pendapatan daerah tidak mandek dan bertumpu pada satu sektor saja. Gurita bisnis perusahaan daerah dinilai harus lebih variatif dalam menangkap peluang pasar.
“Banyak celah yang bisa digarap, sehingga tidak monoton bergelut di bidang pangan saja,” Eka menambahkan.
Sebelumnya, Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya dalam arahannya menegaskan bahwa agenda pelantikan ini bukan sekadar formalitas untuk mengisi jabatan struktural yang lowong. Sanjaya membeberkan bahwa keberadaan Perumda harus diposisikan sebagai instrumen vital pembangunan ekonomi, bukan sekadar entitas bisnis yang bungkam terhadap realitas sosial dan hanya berorientasi memburu profit semata.
“Hari ini bukan sekadar mengisi jabatan struktural. Perumda tidak boleh hanya menjadi badan usaha yang mengejar keuntungan, tetapi harus menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah,” kata Bupati Sanjaya.
Lebih lanjut, orang nomor satu di Tabanan ini menekankan bahwa indikator Perumda yang sehat terukur dari kemampuannya mencetak keuntungan secara berkelanjutan profitable. Dengan begitu, kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) dipastikan ikut membemban drastis. Untuk mencapainya, jajaran manajemen dituntut membangun ekosistem kerja yang profesional, efektif, dan berorientasi pada hasil nyata di lapangan.
Tak tanggung-tanggung, Sanjaya mendorong Perumda Sanjayaning Singasana memiliki daya saing tinggi demi melakukan ekspansi usaha, tidak hanya di tingkat Provinsi Bali, melainkan tembus hingga ke tingkat nasional.
Sinergi dalam mendukung penyelenggaraan berbagai event dan festival lokal juga harus diperkuat melalui tata kelola perusahaan yang baik Good Corporate Governance.
Bupati Sanjaya mengajak seluruh jajaran direksi dan pengawas untuk menjaga integritas serta membumikan budaya gotong royong. Pihaknya optimistis, di bawah nakhoda baru, perusahaan daerah ini akan menjelma menjadi korporasi yang sehat dan kompetitif.
“Bangun semangat, etos kerja, dan budaya gotong royong. Saya percaya Perumda Sanjayaning Singasana akan mampu tumbuh menjadi perusahaan yang sehat, *profitable*, berdaya saing, serta memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat Tabanan,” pungkasnya. (BP/CHA).










