Balipolitika.com- Tim nasional Inggris melaju ke babak semifinal Piala Dunia 2026 setelah membungkam Norwegia dengan skor tipis 2-1. Tiket empat besar diraih via babak perpanjangan waktu. Laga perempat final ini digelar di Miami Stadium, Florida, Amerika Serikat, Minggu (12/7/2026) dini hari WIB.
Kemenangan skuad Tiga Singa dipastikan oleh performa gemilang gelandang andalan mereka, Jude Bellingham. Pemain asal klub Real Madrid tersebut sukses memborong dua gol kemenangan. Brace yang sangat krusial.
Norwegia sebenarnya mengejutkan publik stadion lewat gol cepat Andreas Schjelderup pada menit kedua pertandingan. Namun, Bellingham menyamakan kedudukan menjadi 1-1 sesaat sebelum turun minum babak pertama. Skor imbang tersebut bertahan hingga waktu normal 90 menit berakhir.
Laga sengit ini terpaksa berlanjut ke babak extra time. Ketat sekali. Bellingham kemudian mencetak gol penentu kemenangan skuad asuhan Thomas Tuchel pada menit ke-92.
Berdasarkan data resmi di lapangan, Inggris tampil sedikit lebih dominan atas sang lawan. Skuad Tiga Singa menguasai aliran bola sepanjang laga perempat final ini. Penguasaan bola mereka mencapai 53 persen, berbanding 47 persen milik Norwegia. “Kami mencoba mendikte permainan sejak awal,” ujar Tuchel selepas laga.
Sebaliknya, barisan pertahanan Norwegia dipaksa bekerja ekstra keras menghalau serangan tajam Harry Kane cs. Kreativitas lini tengah Inggris menjadi pembeda utama dalam duel hidup mati ini.
Gaya main menyerang Inggris terbukti dari catatan total tembakan ke pertahanan lawan. Mereka melepaskan 14 tembakan sepanjang laga. Sebanyak 8 sepakan di antaranya tercatat tepat mengarah ke gawang. Efektif dan sangat berbahaya.
Norwegia bukan tanpa perlawanan di bawah komando sang kapten Martin Odegaard. Pasukan Erling Haaland ini melepaskan 13 tembakan ke gawang Jordan Pickford. Singkatnya, hanya 5 tembakan yang berstatus tepat sasaran.
Aliran bola di atas lapangan rumput Miami Stadium juga memihak ke kubu Inggris. Mereka mencatatkan total 606 operan antarpemain. Akurasi operan akurat Harry Kane dkk menyentuh angka 91 persen. Sungguh rapi.
Sebaliknya, Norwegia hanya mampu melepaskan total 537 operan sepanjang laga berlangsung. Akurasi operan skuad asuhan Stale Solbakken tertahan di angka 86 persen. “Kami sering kehilangan bola di area tengah,” kata Solbakken lesu.
Pertandingan dua tim benua Eropa ini juga diwarnai banyak benturan fisik antarpemain. Wasit tercatat meniup peluit untuk 10 pelanggaran yang dilakukan oleh kubu Norwegia. Tetapi, mereka hanya menerima satu kartu kuning saja sepanjang laga.
Inggris sendiri bermain lebih bersih dengan hanya membuat 8 pelanggaran di lapangan. Skuad Tiga Singa bersih dari hukuman kartu kuning maupun kartu merah. Disiplin yang luar biasa.
Selanjutnya, lini serang Inggris sering terperangkap taktik jebakan offside pertahanan Norwegia yang disiplin. Wasit tercatat meniup peluit tanda lima kali pemain Inggris berdiri bebas offside. Jumlah yang cukup banyak. Norwegia sendiri hanya sekali terperangkap garis pertahanan tinggi milik tim Inggris.
Strategi serangan sayap Norwegia menghasilkan total 7 tendangan sudut untuk menekan pertahanan Inggris. Sebaliknya, Inggris hanya mendapatkan 4 peluang dari sepak pojok selama pertandingan. “Pertahanan kami sangat solid mengantisipasi bola mati,” pungkas bek Inggris John Stones.
Pada akhirnya, keunggulan kualitas penyelesaian akhir membuat Inggris berhak atas tiket semifinal. Skuad Tiga Singa kini menunggu pemenang laga antara Argentina melawan Swiss. (BP/CHA).













