Balipolitika.com- Spanyol Depak Portugal. Timnas Spanyol memastikan diri lolos ke babak perempat final Piala Dunia 2026. Kepastian tersebut didapat usai kemenangan dramatis 1-0 atas Portugal. Laga babak 16 besar ini digelar resmi di Stadion Dallas, Texas, Amerika Serikat, Selasa (7/7) dini hari WIB.
Gol tunggal penentu kemenangan dilesakkan oleh pemain pengganti Mikel Merino pada menit ke-90+1. Umpan matang Ferran Torres sukses dikonversinya menjadi gol. Spanyol menang tipis.
Situasi panas sudah tersaji sejak peluit pertama dibunyikan wasit Anthony Taylor. Menit keempat, Mikel Oyarzabal langsung melepaskan tembakan keras ke gawang musuh. Beruntung bagi lawan, kiper Diogo Costa tampil sigap mengamankan bola di areanya, kata pengamat.
La Furia Roja terus menggempur. Peluang emas kembali didapat Oyarzabal pada menit ke-10 setelah menerima umpan pendek Dani Olmo. Sial, tendangan mendatarnya melenceng tipis dari tiang gawang Selecao das Quinas, ujar jurnalis dari tribune pers.
Portugal tidak tinggal diam melihat wilayahnya diobrak-abrik. Tiga menit berselang, kapten tim Cristiano Ronaldo membalas lewat eksekusi sepakan keras. Bola hanya membuahkan pojok akibat diblok kiper Unai Simon. Sengit sekali.
Diogo Costa kembali dipaksa melakukan penyelamatan gemilang pada menit ke-18. Tembakan terarah Alex Baena sukses ditepisnya dengan ujung jari. Kedua tim menunjukkan determinasi sangat tinggi sebagai tim raksasa, kata komentator siaran resmi.
Permainan taktis diperlihatkan kubu Spanyol lewat kombinasi umpan pendek dari kaki ke kaki. Tetapi, barisan belakang tim asuhan Roberto Martinez tampil luar biasa disiplin menghalau bola, tegas pengamat olahraga di lapangan.
Ronaldo hampir memecah kebuntuan tepat pada menit ke-37. Sontekan mautnya memanfaatkan operan Joao Felix nyaris menjebol gawang Spanyol. Beruntung bagi Spanyol, Unai Simon dengan sangat cekatan melompat menghalau bola terbang itu, pungkas analis laga.
Tekanan bertubi-tubi terus dilancarkan oleh skuad Portugal. Menit ke-40, sepakan kaki kiri Nuno Mendes diblok secara heroik oleh kepala Pedro Porro. Ajaibnya, bola liar tersebut masih membentur mistar gawang Simon. Selamatlah Spanyol.
Jual beli serangan terus dipertontonkan kedua kesebelasan demi mencetak gol pembuka keunggulan. Namun, hingga 45 menit babak pertama usai, papan skor tetap tidak berubah. Masih kacamata.
Memasuki paruh kedua pertandingan, irama permainan belum menunjukkan perubahan yang berarti. Spanyol maupun Portugal masih tampak sangat kesulitan membongkar pertahanan lawan di area sepertiga lapangan, tutur Luis de la Fuente.
Sepakan keras Pedri pada menit ke-61 sempat membuat lini belakang lawan panik. Bola tendangannya membentur badan bek Renato Veiga hingga melambung tinggi ke atas mistar. Hanya sepak pojok.
Kedua pelatih terlihat menginstruksikan pemainnya untuk tampil sangat hati-hati di lapangan hijau. Aliran operan terukur Spanyol berulang kali kandas di kaki lini belakang Selecao, imbuh laporan dari jurnalis lapangan.
Bruno Fernandes mendapat ruang tembak terbuka pada menit ke-77 laga. Sayang, tendangan kerasnya dari sudut sempit masih menyamping di sisi luar jala gawang Spanyol. Gagal total peluang itu.
Keajaiban bagi Spanyol akhirnya datang juga tepat pada menit ke-90+1. Mikel Merino yang masuk sebagai pemain pengganti sukses mencatatkan namanya di papan skor. Stadion Dallas bergemuruh hebat, kata panitia.
Gol berkelas tersebut bermula dari kejelian Ferran Torres mengirimkan sebuah umpan terobosan akurat. Merino yang lolos dari jebakan offside langsung menaklukkan Diogo Costa lewat sepakan kaki kiri terarah. Gol krusial tercipta.
Portugal langsung menaikkan intensitas serangan demi menyamakan kedudukan di sisa waktu injury time. Bernardo Silva nyaris mencetak gol penyama melalui sundulan kepala pada menit ke-90+6. Bola masih melambung tinggi.
Singkatnya, wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya duel panas dua negara Semenanjung Iberia tersebut. Spanyol berhak melaju ke fase berikutnya. Sebaliknya, Cristiano Ronaldo harus mengubur mimpi juara dunia.
Formasi 4-2-3-1 yang diterapkan oleh Roberto Martinez terbukti gagal meredam kreativitas vertikal anak-anak Spanyol. Kekalahan ini menjadi pukulan telak yang sangat menyakitkan bagi sang megabintang, beber media olahraga lokal.
Pada akhirnya, Spanyol sukses mengamankan kemenangan berharga 1-0 atas rival abadi mereka, tegas De la Fuente bangga. Pesta pora di ruang ganti Matador.











