Balipolitika.com- Timnas Swiss resmi lolos perempat final Piala Dunia 2026 di Stadion BC Place, Vancouver. Mereka mendepak Kolombia lewat adu penalti 4-3, Rabu (8/7) dini hari WIB. Sejarah baru tercipta.
Dengan demikian, penantian panjang selama 72 tahun resmi berakhir bagi armada Eropa tersebut. Absen sejak 1954. Rekor buruk pecah.
Kedua tim bermain imbang tanpa gol sepanjang 120 menit waktu normal dan tambahan. Pertarungan berjalan sangat ketat.
Saling serang terjadi sedari menit pertama peluit dibunyikan wasit lapangan. Tetapi, penyelesaian akhir buruk merusak segalanya. Kiper tampil perkasa.
Kolombia mengancam lebih dahulu lewat sepakan keras Gustavo Puerta menit ke-21. Gregor Kobel sigap menepis bola. Penyelamatan krusial.
Selanjutnya, Swiss merespons melalui aksi Fabian Rieder serta Dan Ndoye. Camilo Vargas dipaksa bekerja keras mengamankan gawang Los Cafeteros, tegas Yakin. Skor tetap kacamata.
Memasuki paruh kedua, intensitas serangan tim Eropa itu meningkat drastis. Peluang emas didapat Djibril Sow namun gagal berbuah gol. Pendukung Swiss kecewa.
Sebaliknya, Kolombia menguji ketangguhan Kobel lewat penetrasi tajam Luis Diaz. Penyerang Luis Suarez juga gagal mengubah papan skor. Pertahanan Swiss sangat disiplin.
Laga harus berlanjut menuju babak perpanjangan waktu demi memecah kebuntuan. Ketegangan memuncak di bangku cadangan pemain. Fisik terkuras habis.
Lagipula, dewi fortuna tampaknya belum berpihak kepada kubu wakil Amerika Selatan. Sundulan Jhon Lucumi membentur tiang gawang menit ke-99, tegas pengamat. Nyaris gol.
Tak lama berselang, Kobel kembali menggagalkan tembakan keras Jaminton Campaz. Granit Xhaka membalas lewat sepakan jarak jauh. Bola melayang tipis di atas mistar gawang Vargas.
Singkatnya, pemenang wajib ditentukan melalui babak adu penalti yang mendebarkan. Sesi tos-tosan dimulai. Jargon lokal lapangan ini menjadi penentu nasib akhir kedua tim.
Swiss terbukti tampil jauh lebih tenang dalam momen penentuan tersebut. Empat eksekutor mereka sukses menjalankan tugas dengan sempurna, beber Yakin. Eksekusi berkelas.
Granit Xhaka, Zeki Amdouni, Cedric Itten, dan Ruben Vargas mencetak gol. Hanya Manuel Akanji yang gagal setelah tendangannya melambung tinggi, tegasnya.
Sebaliknya, petaka mendatangi Kolombia akibat dua kegagalan fatal penendang mereka. Sepakan Davinson Sanchez membentur tiang gawang dengan keras. Sial bagi mereka.
Tendangan Cucho Hernandez juga berhasil dibaca dengan sempurna oleh Gregor Kobel. Tiga penendang lain sukses. Tetapi itu belum cukup menyelamatkan langkah Los Cafeteros.
Swiss resmi membungkus kemenangan adu penalti dengan keunggulan skor 4-3. Tiket perempat final diraih susah payah. Kolombia menangis.
Pada akhirnya, Swiss menjadi tim kedelapan yang lolos fase delapan besar. Mereka menyusul Maroko, Prancis, Inggris, Norwegia, Spanyol, Belgia, dan Argentina. Lengkap sudah kuota turnamen.
Tantangan mahaberat kini sudah menanti mereka di babak selanjutnya. Argentina siap menghadang, tegas Yakin. Lionel Messi memimpin lini depan Albiceleste.
Pertandingan akbar tersebut dijadwalkan bergulir di Stadion Kansas City. Laga digelar Minggu (12/7) pukul 08.00 WIB sesuai regulasi resmi. Duel hidup mati memperebutkan tiket babak semifinal. (BP/CHA).













