Balipolitika.com- Tim nasional Argentina ditahan imbang Swiss 1-1 pada babak perempat final Piala Dunia 2026. Laga krusial penentu tiket semifinal ini digelar di Arrowhead Stadium, Kansas City. Pertandingan sengit tersebut berlangsung pada Minggu (12/7/2026) pagi WIB.
Laga berlanjut ke babak tambahan waktu. Extra time harus dimainkan. Skor kembar bertahan hingga 90 menit waktu normal selesai.
Albiceleste langsung menekan sejak peluit pertama dibunyikan wasit. Hasilnya sangat instan. Alexis Mac Allister mencetak gol cepat pada menit ke-10.
Sundulan tajamnya merobek gawang Swiss. Gol itu bermula dari sepak pojok Lionel Messi. Kiper Gregor Kobel hanya terdiam melihat bola masuk ke pojok atas.
Tertinggal satu gol membuat Swiss mencoba keluar menyerang. Pasukan Murat Yakin tampil ngotot demi menyamakan kedudukan. Namun mereka kesulitan hingga masa water break.
Swiss mendapat momentum emas menit ke-32. Penyerang Breel Embolo lolos dan berhadapan dengan Emiliano Martinez. Kiper Argentina itu bergerak lebih cepat menyapu bola. Skor 1-0 bertahan hingga jeda turun minum.
Memasuki babak kedua, jalannya pertandingan berubah drastis. Intensitas serangan Swiss meningkat sangat pesat. Mereka mengurung pertahanan rapat lawan.
Argentina justru memilih bermain lebih sabar. Strategi serangan balik diandalkan anak asuh Lionel Scaloni. Kapten Lionel Messi hampir menggandakan keunggulan pada menit ke-50. Umpan terobosannya memanjakan bek kanan Nahuel Molina.
Sayang, sepakan mendatar Molina melenceng tipis di sisi gawang. Swiss langsung merespons semenit kemudian lewat aksi Embolo. Beruntung, tekel bersih Lisandro Martinez menggagalkan peluang Djibril Sow. Kokoh sekali.
Tekanan bertubi-tubi Swiss akhirnya membuahkan hasil manis. Dan Ndoye mencetak gol penyeimbang pada menit ke-67. Sepakan kaki kanannya gagal dibendung kiper Martinez. Skor berubah menjadi 1-1.
Drama besar terjadi dua menit berselang di lapangan hijau. Wasit Joao Pedro Silva Pinheiro awalnya memberi kartu kuning Leandro Paredes. Dia dianggap melanggar Embolo.
Petugas VAR kemudian meminta wasit meninjau layar monitor. Kejadian aneh terungkap. Selanjutnya, wasit membatalkan kartu kuning untuk gelandang Paredes tersebut.
Sebaliknya, Embolo dinyatakan melakukan simulasi atau diving secara sengaja. Striker Swiss itu dihukum kartu kuning kedua oleh sang pengadil. Kartu merah langsung keluar dari kantong wasit menit ke-72.
Swiss terpaksa bermain dengan 10 orang sisa waktu. Kasus ini melibatkan aturan baru mistaken identity. Aturan resmi tertuang dalam revisi Laws of the Game badan FIFA. Regulasi ini diterapkan pertama kali pada turnamen Piala Dunia tahun ini. Wasit berhak mengoreksi sanksi awal setelah mendapat masukan akurat ruang VAR.
Kehilangan striker utama membuat Swiss condong bertahan total. Sebaliknya, Argentina menggempur habis guna menghindari babak perpanjangan waktu.
Sejumlah peluang emas gagal dikonversi menjadi gol oleh Messi cs. Pertahanan sepuluh pemain Swiss tampil sangat disiplin dan rapat. Skor imbang 1-1 tidak berubah hingga waktu normal habis.
Susunan Pemain
Argentina: Emiliano Martinez; Nicolas Tagliafico, Lisandro Martinez, Cristian Romero, Nahuel Molina; Leandro Paredes; Enzo Fernandez, Rodrigo De Paul; Alexis Mac Allister; Julian Alvarez, Lionel Messi.
Swiss: Gregor Kobel; Ricardo Rodriguez, Manuel Akanji, Nico Elvedi, Denis Zakaria; Granit Xhaka, Remo Freuler; Dan Ndoye, Djibril Sow, Fabian Rieder; Breel Embolo. (BP/CHA).










