Balipolitika.com- Maroko berhasil melaju ke perempat final Piala Dunia 2026. Tiket delapan besar diraih usai mengandaskan Kanada tiga gol tanpa balas. Laga knockout ini digelar di NRG Stadium, Houston, Minggu (5/7/2026) dini hari WIB. Berdasarkan pasal regulasi resmi FIFA nomor 10 mengenai sistem gugur, pemenang laga langsung melaju ke fase berikutnya.
Buntu di babak pertama. Maroko baru mengamuk selepas jeda. Azzedine Ounahi menjadi bintang lapangan lewat torehan dua gol. Soufiane Rahimi mengunci kemenangan menjelang bubaran laga.
Kanada langsung menekan sejak menit awal dimulai. Peluang emas didapat Tani Oluwaseyi pada menit ke-10 pertandingan. Berhasil mengelabui bek lawan di dalam kotak penalti, tembakan keras dilepaskan. Penyelamatan gemilang dilakukan Yassine Bono. Digagalkan kiper Maroko itu.
Maroko tertekan hebat selama lima belas menit awal laga. Kanada sangat agresif. Lini belakang kelabakan.
Dominasi bola perlahan diambil alih anak asuh Mohamed Ouahbi setelah laga berjalan setengah jam. Tetapi, tak ada ancaman berarti ke gawang Maxime Crepeau. Permainan lapangan tengah macet.
Tensi tinggi memicu keributan antar pemain pada menit ke-40. Konfrontasi fisik melibatkan Achraf Hakimi dan Richie Laryea di pinggir lapangan. Wasit Michael Oliver bergerak cepat. Kartu kuning keluar dari saku untuk kedua pemain tersebut. Tindakan tegas diambil.
Aturan kedisiplinan hukum permainan FIFA nomor 12 ditegakkan ketat oleh pengadil asal Inggris itu. Laga berjalan sangat kasar. Skor kacamata bertahan hingga turun minum. Setengah babak duel ini diwarnai banjir lima kartu kuning secara total. Tiga untuk Maroko. Dua milik Kanada.
Sebaliknya, papan skor berubah cepat memasuki menit ke-50 babak kedua. Maroko memimpin 1-0. Ounahi mencetak gol pembuka yang memecah kebuntuan tim. Tembakan mendatar spektakuler dilepaskan dari luar kotak penalti. Bola meluncur deras menghujam sudut bawah gawang. Skema tendangan bebas Hakimi menjadi awal petaka lawan.
Kanada merespons dengan meningkatkan intensitas serangan demi mencari gol penyama. Maroko memilih sabar. Lini pertahanan dibuat sangat rapat. Menunggu serangan balik.
Bono kembali menjadi pahlawan di bawah mistar pada menit ke-78 pertandingan. Sepakan roket Tajon Buchanan dari luar kotak penalti berhasil ditepis dengan sangat baik oleh sang kiper. Selamatlah gawang Maroko.
Selanjutnya, petaka kedua menghantam Les Rouges pada menit ke-82. Skor berubah menjadi 2-0. Brahim Diaz menjadi kreator lewat aksi individu memukau di dalam area terlarang lawan. Setelah mengecoh bek Kanada, Diaz mengirim umpan manja. Bola diselesaikan sempurna oleh Ounahi menjadi gol keduanya malam itu. Brace tercipta.
Hampir saja keunggulan bertambah pesat dua menit berselang. Tandukan tajam Soufiane Rahimi menyambut umpan silang membentur mistar gawang Crepeau. Beruntung bagi Kanada.
Pesta kemenangan Singa Atlas akhirnya ditutup manis pada masa *injury time*. Rahimi memantapkan kemenangan mutlak Maroko menjadi 3-0 lewat skema serangan balik kilat. Gol tercipta. Kanada hancur total.
Singkatnya, peluit panjang ditiup wasit tanda berakhirnya duel berat sebelah tersebut. Kanada resmi angkat koper dari turnamen. Maroko melaju sangat mantap.
Dengan demikian, langkah bersejarah dicatatkan wakil Afrika di Amerika Serikat. Mereka kini tinggal menunggu calon lawan di babak perempat final nanti. Pemenang laga Paraguay kontra Prancis akan menjadi penantang mereka berikutnya. “Kami fokus pada pemulihan fisik pemain saat ini,” pungkas pelatih Mohamed Ouahbi












