BULELENG, Balipolitika.com– Buleleng Festival (Bulfest) 2026 menghadirkan suasana berbeda dengan mengusung konsep heritage atau warisan masa lalu.
Salah satu upaya menghidupkan nuansa tempo dulu tersebut diwujudkan melalui penyediaan transportasi tradisional berupa dokar bagi masyarakat dan pengunjung festival.
Berbeda dengan pelaksanaan Bulfest 2025 yang menyediakan transportasi gratis, pada Bulfest 2026 panitia memilih dokar sebagai sarana transportasi sekaligus bagian dari edukasi budaya kepada masyarakat.
Sebanyak dua unit dokar akan disiagakan selama pelaksanaan Bulfest dan berkeliling di sekitar kawasan festival, demikian dikatakan Kepala Dinas Perhubungan Buleleng Gede Gunawan A.P saat ditemui pada menjelang pembukaan Bulfest, Selasa, 18 Agustus 2026.
Gede Gunawan mengatakan Panitia menyiapkan anggaran sebesar Rp300 ribu per hari untuk masing-masing dokar.
Kehadiran dokar tersebut diharapkan tidak hanya menjadi sarana transportasi, tetapi juga memberikan pengalaman kepada pengunjung, khususnya generasi muda, untuk mengenal alat angkut yang pernah digunakan masyarakat pada masa lalu.
“Karena heritage ini kan tempo dulu, kita mencoba nuansanya dikembalikan ke tempo dulu dengan mempergunakan alat angkut tempo dulu, yaitu dokar. Jadi, agar masyarakat terutama generasi muda tahu bagaimana transportasi zaman dulu, kita perkenalkan melalui dokar,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pemilihan dokar juga mempertimbangkan keberadaannya yang kini semakin langka.
Berdasarkan penelusuran panitia, hanya terdapat dua dokar yang masih dapat digunakan untuk mendukung kegiatan tersebut.
“Dokar yang masih eksis tinggal dua. Jadi, memang kita harus mencari yang masih ada untuk bisa ditampilkan dalam Bulves. Ini menjadi bagian dari upaya kita memperkenalkan kembali transportasi tempo dulu kepada masyarakat,” jelas Gede Gunawan.
Meski hanya menyediakan dua dokar, panitia menilai keberadaannya sudah cukup untuk menghadirkan pengalaman berbeda bagi pengunjung.
Masyarakat nantinya diperbolehkan menaiki dokar secara bergantian dengan tetap memperhatikan ketertiban.
“Kalau melihat kapasitas memang terbatas, tetapi kita ingin memberikan pengalaman kepada masyarakat. Siapa tahu ada anak-anak, terutama balita, yang ingin naik dokar. Jadi mereka bisa merasakan langsung seperti apa transportasi zaman dulu,” tambahnya.
Dokar akan beroperasi di sekitar kawasan Bulfest, termasuk menyusuri Jalan Ngurah Rai hingga kawasan Rumah Jabatan Bupati Buleleng.
Gede Gunawan mengungkapkan Kehadiran dokar diharapkan menjadi daya tarik sekaligus sarana edukasi sejarah bagi pengunjung.
“Nanti dokarnya kita standby-kan di sana dan berkeliling di sekitar kawasan Bulves. Jadi masyarakat bisa melihat langsung, ‘oh, ini loh angkutan tempo dulu’. Harapannya, generasi muda semakin mengenal dan menghargai warisan transportasi kita,” pungkasnya. (bp/ken)














