INTERNASIONAL, Balipolitika.com – Situasi darurat sedang terjadi di Bandara Internasional Guadalajara dan Puerto Vallarta, Meksiko.
Ribuan penumpang dan staf bandara terlihat panik, mereka berlarian mencari perlindungan setelah kerusuhan pecah di dalam dan sekitar area terminal.
Kekacauan ini karena kabar tewasnya salah satu pemimpin kartel narkoba paling berbahaya, Nemesio Oseguera Cervantes alias “El Mencho” (pemimpin Kartel Jalisco New Generation/CJNG), dalam sebuah operasi militer (22/02/2026).
Kematian sang gembong narkoba langsung memicu aksi balasan brutal, anggota kartel yang memblokir akses jalan menuju bandara dengan membakar kendaraan dan melepaskan tembakan membabi buta.
Dampak dari insiden ini sangat masif. Otoritas penerbangan setempat terpaksa menangguhkan seluruh operasional penerbangan demi keselamatan, membuat ribuan turis asing terjebak di dalam bandara tanpa kepastian.
Laporan visual dari lokasi memperlihatkan asap hitam mengepul di berbagai titik kota akibat narcoblockades (blokade jalan oleh kartel), sementara suara tembakan terdengar jelas di dekat area landasan pacu.
Pemerintah Amerika Serikat bahkan telah mengeluarkan travel warning darurat, bagi warganya untuk menghindari perjalanan ke wilayah negara bagian Jalisco sampai situasi terkendali.
Buat kamu yang memiliki rencana perjalanan ke wilayah Meksiko dalam waktu dekat, harap batalkan atau tunda keberangkatan.
Situasi keamanan di sana saat ini sangat tidak kondusif dan berisiko tinggi (Red Zone). Terus pantau informasi resmi dari kedutaan dan maskapai penerbangan sebelum mengambil tindakan apa pun. Stay safe! (BP/OKA)













