DARI PENDIDIKAN HINGGA RITEL: Kawasan KEK Kura Kura Bali. (Ilustrasi: Gung Kris)
DENPASAR, Balipolitika.com – Pengembangan Kura Kura Bali di Pulau Serangan terus berjalan dengan hadirnya sejumlah proyek di berbagai sektor, mulai dari pendidikan dan hunian hingga ritel serta hospitality. Perkembangan terbaru terlihat dari pembukaan Sira Village Grand Outlet Bali pada 31 Juli 2026.
Dikembangkan melalui kerja sama antara PT Bali Turtle Island Development (BTID) dan Mitsubishi Estate Group, outlet village tersebut menghadirkan sekitar 130 toko dan menjadi salah satu fasilitas komersial terbaru di kawasan Kura Kura Bali. Berlokasi sekitar 20 menit dari Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Sira Village menggabungkan brand internasional dengan sejumlah brand lokal Bali. Selain area ritel, kawasan ini dilengkapi berbagai fasilitas pendukung, termasuk pilihan kuliner, area bermain, serta fasilitas penitipan bagasi.
Kehadiran Sira Village menjadi bagian dari pengembangan kawasan yang memiliki cakupan lebih luas. Dengan luas sekitar 498 hektare, Kura Kura Bali merupakan bagian dari KEK Kura Kura Bali yang ditetapkan pemerintah pada 2023 dengan fokus pada sektor pariwisata dan pendidikan.
Pengembangan di Berbagai Sektor
Pengembangan kawasan dilakukan secara bertahap dengan sejumlah fungsi yang direncanakan untuk melengkapi aktivitas di dalam kawasan, termasuk living, lifestyle, learning, leisure, longevity, dan landscape. Di sektor pendidikan, ACS Bali telah beroperasi sejak 2025. Sekolah tersebut menerapkan kurikulum internasional, termasuk International Baccalaureate (IB), dan menjadi salah satu institusi pendidikan internasional yang hadir di kawasan Kura Kura Bali.
Sementara itu, pengembangan hunian juga terus berlangsung. BTID saat ini membangun sejumlah vila dan tengah menjajaki kerja sama dengan operator hotel internasional untuk pengembangan fasilitas hospitality di kawasan. Kehadiran berbagai fungsi tersebut diarahkan untuk mendukung aktivitas yang tidak hanya bergantung pada kunjungan wisatawan. Pengembangan kawasan juga mencakup kebutuhan hunian, pendidikan, hospitality, serta aktivitas bisnis bagi masyarakat dan komunitas internasional yang berada di Bali.
Pengembangan Bertahap
Pengembangan Kura Kura Bali dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi Pulau Serangan dan lingkungan di sekitarnya. Presiden Direktur BTID Tuti Hadiputranto, dalam pemberitaan Nikkei Asia, menjelaskan bahwa pengembangan kawasan diarahkan untuk menciptakan lingkungan dengan kualitas hidup yang baik, sekaligus menjaga keseimbangan antara pembangunan ekonomi, budaya Bali, dan lingkungan.
Pendekatan tersebut juga tercermin dalam perlakuan terhadap area konservasi di bagian timur Pulau Serangan yang menjadi habitat penyu. Area tersebut tetap dipertahankan dan tidak dikembangkan secara intensif. Dalam memilih mitra, BTID juga mempertimbangkan keselarasan visi dalam pengembangan jangka panjang. Selain kapasitas investasi, perusahaan melihat kesesuaian terhadap nilai budaya Bali dan komitmen terhadap keberlanjutan sebagai bagian dari proses pemilihan mitra.
Menjaga Karakter Bali
KEK Kura Kura Bali dikembangkan dengan mempertimbangkan karakter Pulau Serangan dan identitas Bali. Unsur budaya lokal dan kondisi lingkungan menjadi bagian dari perencanaan kawasan, termasuk dalam pengembangan fasilitas komersial dan ruangruang publik. Dengan masuknya proyek-proyek baru di berbagai sektor, pengembangan Kura Kura Bali saat ini berlangsung secara bertahap dari sisi infrastruktur maupun aktivitas kawasan.
Kehadiran Sira Village, bersama dengan pengembangan pendidikan, hunian dan hospitality, menjadi bagian dari perkembangan kawasan yang dirancang untuk memiliki beragam fungsi—mulai dari tempat berkunjung, belajar, tinggal hingga menjalankan aktivitas bisnis. Pengembangan tersebut berlangsung seiring dengan posisi Bali yang terus berkembang sebagai destinasi pariwisata sekaligus lokasi bagi kegiatan pendidikan, bisnis dan investasi internasional. (bp/gk/tim)














