DENPASAR, Balipolitika.com– Live di salah satu saluran tv nasional pada Rabu, 10 September 2025, Gubernur Bali, Wayan Koster mengatakan bahwa jumlah sementara korban meninggal akibat bencana alam banjir di Pulau Dewata hingga saat live berlangsung sebanyak 2 orang.
Di sisi lain, dalam acara bertajuk Sapa Indonesia Malam, tim redaksi tv nasional tersebut menulis judul “Banjir Besar Terjang Bali, BPBD: 9 Orang Tewas”.
Presenter sempat mempertegas pernyataan Gubernur Bali menyandingkan dengan data stakeholder terkait, yakni BPBD, namun Koster bersikukuh korban jiwa hingga Rabu, 10 September 2025 hanya berjumlah 2 orang.
“Ada dua semuanya. Kalau BPBD Provinsi (Bali, red) satu suara sama saya, satu kata. Sama Denpasar juga. Korban dua, sudah ditemukan itu. Sudah di rumah sakit malah,” jelas Koster.
Usut punya usut, BPBD memang mengeluarkan data sementara korban meninggal dunia sebanyak 9 orang meninggal dunia pada Rabu, 10 September 2025, bukan 2 orang sebagaimana disampaikan Koster.
Terupdate, hingga Kamis, 11 September 2025, korban kembali bertambah menjadi 16 orang meninggal dunia dan pada Jumat, 12 September 2025 kembali bertambah menjadi total 18 korban jiwa sementara sejak pencarian yang dimulai pada Rabu, 10 September 2025 pagi.
Adapun data sementara 16 korban meninggal dunia ini berasal dari Kabupaten Jembrana (2 orang), Badung (1 orang), Gianyar (3 orang), dan Denpasar (10 orang) per Kamis, 11 September 2025.
Korban tewas di Kabupaten Jembrana atas nama Komang Oka Sudiastawa (34 tahun) yang meninggal dunia karena tersetrum aliran listrik dan Nita Kumalasari (23 tahun) karena terseret arus saat boncengan bersama suaminya.
Korban tewas di Kabupaten Badung korban atas nama Endang Cahyaning Ayu (42), warga Dusun Dam, Desa Sumurmati, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo yang terseret arus saat mengantar pesanan kue kepada pelanggannya.
Korban tewas di Gianyar atas nama Ni Ketut Suweni (50 tahun) asal Banjar Tagtag, Desa Guwang, Kecamatan Sukawati, Gianyar yang tubuhnya ditemukan tersangkut di antara rumpun pohon bambu pinggir sungai kawasan Jalan Pasekan, Gang Batu Intan 3A, Desa Batubulan, Kamis, 11 September 2025 pukul 08.48 Wita.
Korban yang sehari-hari berjualan di Pasar Batubulan ini diketahui meninggalkan rumahnya di Banjar Tagtag, Desa Guwang, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, sekitar pukul 03.00 Wita pada, Rabu pagi untuk menuju pasar. Korban mengendarai sepeda motor Honda Scoopy putih DK 5565 KBC. Namun, ia tidak pernah kembali. Pihak keluarga mulai khawatir dan melaporkan hilangnya korban pada pukul 22.35 Wita kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gianyar.
Dua korban jiwa lainnya di Gianyar bernama Ni Made Latif (70 tahun) dan Ni Made Rupet (87 tahun).
Di Kota Denpasar, para korban tewas akibat banjir dan berhasil dievakuasi bernama Ni Wayan Werni (58 tahun), Ni Nyoman Sari (70 tahun), Tasnim (53 tahun), Ni Ketut Merta (63 tahun), Farwa Husein (32 tahun), Maimunah (75) tahun, dan lain-lain.
Adapun jumlah korban meninggal dunia ini dirilis secara resmi oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Republik Indonesia.
Namun demikian, data ini merupakan data sementara yang masih dalam tahap sinkronisasi oleh Basarnas maupun BPBD.
Adapun unsur SAR yang terlibat dalam pencarian korban pasca banjir ini mencakup Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar 22 orang; Dit Samapta Polda Bali 14 orang; SAR Brimob Polda Bali 12 orang; TNI AL Denpasar 8 orang; Dit Polairud Polda Bali 19 orang; Polairud Mabes Polri 6 personil; TNI Yonif 741/GN 20 orang; Danramil Kuta 3 orang; Polsek Kuta 3 orang; Babinsa Kuta 1 orang; BPBD Kota Denpasar 2 orang; Dinas PU UPTD Balai Peralatan dan Pengujian 6 orang; Dinas Kesehatan Prov Bali 4 orang; PLN UP3 Bali Selatan 4 orang; PUPR Kota Denpasar 50 orang; Dinas Perhubungan Kota Denpasar 4 orang; Linmas Dauh Puri Kangin 2 orang; PMI Kota Denpasar 2 orang; Balawista Indonesia 1 orang; Senkom 1 orang; Potensi SAR Bares 2 orang; Potensi SAR Dompet Dhuafa Bali 5 orang; Potensi SAR SAI Rescue 1 orang; Potensi SAR Alfateam 1 orang; Potensi SAR 115 8 orang; Relawan Rumah Zakat Bali 1 orang; Kelompok Nelayan Segara Guna Batu Lumbang 6 orang; ORARI Bali 1 orang; Koperasi CHM Hutama Mandiri 2 orang; Ambulance Al Mandiri 1 orang; Ambulance Namru 2 orang hingga total berjumlah 208 orang. (bp/tim)













