DENPASAR, Balipolitika.com– Pengurus Wilayah (PW) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Provinsi Bali menggelar audiensi dengan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali, Senin, 9 Maret 2026.
Pertemuan yang berlangsung pukul 13.00 Wita di Kantor Wilayah Kemenag Bali ini fokus membahas penguatan toleransi beragama di Pulau Dewata.
Rombongan PW Ansor Bali dipimpin langsung oleh Ketua Umum, H. Tommy Reza Kurniawan, SE, MM.
H. Tommy Reza Kurniawan didampingi oleh jajaran pengurus inti, di antaranya Wakil Ketua Bidang Organisasi H. Antoni, M.Pd., Ketua MDS Rijalul Ansor Bali, H. Kusnadi Abdillah, S.HI, Wakil Ketua Bidang Sosial Politik Imam Hambali, serta Bendahara Umum H. Anwar Hidayat, M.Pd.
Kehadiran organisasi pemuda nahdliyin ini disambut hangat oleh Kakanwil Kemenag Provinsi Bali, Dr. I Gusti Made Sunartha, S.Ag., M.M., didampingi Kabag TU Kanwil Kemenag Bali, Dr. H. Syarif Hidayatullah, SS, M.Pd.I.
Agenda utama audiensi ini adalah membahas teknis harmonisasi pelaksanaan hari raya Nyepi dan Idul Fitri yang jatuh pada waktu yang berdekatan, bahkan berpotensi bersamaan pada tahun ini.
Mengingat Bali merupakan barometer toleransi di Indonesia, langkah preventif dan koordinatif sangat diperlukan.
Ketua PW Ansor Bali, H. Tommy Reza Kurniawan menyampaikan apresiasi yang mendalam atas kebijakan pemerintah dan tokoh agama di Bali yang senantiasa mengedepankan dialog dalam menyikapi irisan agenda hari raya.
“Kami dari GP Ansor Bali sangat mengapresiasi dan berterima kasih atas perhatian serta dispensasi yang diberikan bagi umat Muslim untuk tetap dapat menjalankan ibadah di tengah suasana hari raya Nyepi. Ini adalah bukti indahnya moderasi beragama di Bali,” ujar Tommy Reza Kurniawan.
Meski terdapat ruang untuk beribadah, H. Tommy Reza Kurniawan secara tegas mengimbau kepada seluruh masyarakat Muslim di Bali untuk tetap mengedepankan rasa hormat terhadap kearifan lokal. alias local genius.
“Kami mengimbau kepada saudara-saudara Muslim di seluruh Bali agar sebisa mungkin untuk berubadah di rumah. Mari kita tunjukkan solidaritas dan penghormatan setinggi-tingginya kepada saudara-saudara umat Hindu yang sedang menjalankan Catur Brata Penyepian. Menjaga kekhusyukan Nyepi adalah bagian dari tanggung jawab kita sebagai warga Bali,” tegas Tommy Reza Kurniawan.
Sementara itu, Kakanwil Kemenag Bali, Dr. I Gusti Made Sunartha menyambut baik masukan dan komitmen dari GP Ansor.
Ia menegaskan bahwa sinergi antara Kemenag dan organisasi kepemudaan seperti Ansor sangat vital untuk memastikan perayaan hari besar keagamaan berjalan damai tanpa gesekan.
Diberitakan sebelumnya, Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Bali, H. Tommy Reza Kurniawan, S.E., M.M., mengeluarkan imbauan khusus terkait pelaksanaan Hari Raya Idulfitri yang berpeluang bertepatan dengan Hari Raya Nyepi.
Dalam keterangannya, PW GP Ansor Bali menggarisbawahi beberapa hal penting bagi warga Muslim di Bali diantaranya adalah prioritas ibadah di rumah dan menghindari kegiatan yang bersifat kerumunan di luar rumah guna menghormati kekhusyukan umat Hindu yang sedang melaksanakan Catur Brata Penyepian.
Selanjutnya, mengikuti aturan lokal dan kesepakatan bersama yang telah ditetapkan oleh pemerintah dan tokoh lintas agama.
Terakhir, membalas budi toleransi, yaitu mengapresiasi kelonggaran yang diberikan pemerintah dengan cara menunjukkan sikap solidaritas yang tinggi melalui pembatasan aktivitas luar ruangan.
H. Tommy berharap dengan kesadaran penuh untuk beribadah di rumah, suasana damai di Bali tetap terjaga tanpa mengurangi esensi kemenangan Idulfitri.
Langkah ini dipandang sebagai wujud nyata moderasi beragama yang telah lama mengakar di Bumi Dewata. (bp/ken)













