DENPASAR, Balipolitika.com– Ucapan belasungkawa dumogi gelis amor ing acintya yang berarti semoga mendiang diterima di sisi Tuhan Yang Maha Tinggi tertuju kepada pelawak legendaris Bali asal Desa Sukawati, Kabupaten Gianyar, I Nyoman Pidada alias Dadap.
Beramai-ramai netizen mengucapkan bela sungkawa tersebut padahal sang pelawak legendaris sudah tiada sejak Rabu, 30 Januari 2019 dini hari atau 7 tahun silam di usia 77 tahun.
Terpantau sejumlah akun media sosial mengabarkan berita duka tersebut yang lantas disambut “mentah-mentah” oleh netizen seolah-olah Dadap baru meninggal dunia pada Sabtu, 31 Januari 2026.
Faktanya, Dadap sang maestro drama gong berpulang di usia 77 tahun, tepatnya pada Rabu, 30 Januari 2019 pukul 03.00 Wita dini hari silam setelah berjuang melawan sakit struk di salah satu rumah sakit swasta yang berlokasi di Desa Celuk Kecamatan Sukawati.
Sang seniman lahir tahun 1942 dan semasa hidup menjadi ikon lawakan drama gong era 1980-an hingga 1990-an bersama kelompok Bintang Bali Timur.
Dengan ciri khas rata rias wajah dan kostum yang lucu dan khas, Dadap terkenal dengan karakter punakawan yang enerjik berpasangan dengan Kiul.
Adapun salah satu media sosial yang menyampaikan informasi menyesatkan tersebutkan menuliskan kalimat berikut disertai foto sang seniman.
“Stroke, Bali Kembali Berduka, Seniman Lawak Legendaris Dadap Meninggal. Bumi seni yaitu Kabupaten Gianyar kembali berduka, lantaran seniman legendaris I Nyoman Pidada alias Dadap menghembuskan nafas terakhirnya, Rabu (30/1). Seniman Banjar Delod Tangluk, Sukawati ini berpulang di usianya ke-77 tahun setelah melawan sakit stroke di salah satu rumah sakit swasta di Celuk, Sukawati. Dumogi Amor Ing Achintya.”
Pernyataan yang “menjebak” tanpa penyertaan tahun ini lantas direspons netizen seolah-olah I Nyoman Pidada alias Dadap memang baru meninggal dunia. (bp/ken)













