BULELENG, Balipolitika.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Buleleng secara bertahap. Kendati demikian hingga saat ini cakupan program nasional ini, bahkan belum menyentuh 50 persen siswa di Buleleng.
Secara total, jumlah siswa di Buleleng tercatat sebanyak 110 ribu anak. Sedangkan hingga saat ini, program MBG baru menyasar 27 ribu anak.
Artinya kurang lebih baru 20 persen siswa yang sudah tercover MBG. “Yang 80 persen ini belum tercover dan ini akan secara bertahap,” ucap Plt Kepala Disdikpora Buleleng, Dewa Made Sudiarta, Senin (22/9).
Lanjutnya 27 ribu siswa penerima manfaat MBG, sampai saat ini terlayani 13 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Walaupun masih banyak siswa yang belum tercover MBG, Sudiarta menegaskan agar Badan Gizi Nasional (BGN) tidak buru-buru mempercepat dan memperluas jangkauan MBG.
Menurutnya, yang paling penting dalam program ini adalah kesiapan dari segala sisi. Mulai dari pengelola dapur, tata kelola mulai dari tempat produksi hingga ke sekolah, termasuk tempat makanan harus yang baik dan aman.
“Kami menekankan kesiapan untuk meminimalisir kendala ataupun persoalan. Jadi harus pastikan dulu kesiapan tata kelolanya. Termasuk juga gizi makanan, ketepatan jumlah, mutu serta waktu agar MBG ini benar-benar dengan baik dan bermanfaat untuk menjadikan anak-anak kita sebagai generasi emas ke depan,” jelasnya.
Sudiarta tidak menampik jika selama ini ada persoalan atau keluhan ihwal program MBG. Menurutnya, kebanyakan yang menjadi persoalan adalah pada menu. Walau demikian, pihaknya tetap melakukan koordinasi dengan korwil BGN.
“Kemarin ada SPPG yang sudah dievaluasi dan dihentikan sementara operasionalnya, karena tidak memberikan pelayanan sesuai standar,” ucapnya. (BP/OKA)













