Informasi: Rubrik Sastra Balipolitika menerima kiriman puisi, cerpen, esai, dan ulasan seni rupa. Karya terpilih (puisi) akan dibukukan tiap tahun. Kirim karya Anda ke [email protected].

Pendidikan

Tiket Liburan ke Disneyland Hongkong Diganti Dana Pendidikan

Faber-Castell Komitmen Dukung Kreativitas Anak Indonesia

JAKARTA, BaliPolitika.Com– Faber-Castell kembali menunjukkan komitmen mendukung kreativitas dan pendidikan di Indonesia. Produsen alat tulis terbesar dan tertua di dunia itu menghadiahkan dana pendidikan kepada 26 siswa dan guru terpilih. Dana pendidikan ini merupakan kompensasi dari hadiah semula berupa tiket dan akomodasi bagi para pemenang nasional ke sejumlah objek wisata. Hadiah diubah merespons kondisi pandemi Covid-19.

“Ke-26 siswa dan guru terpilih ini merupakan pemenang 3 (tiga) kegiatan Faber Castell periode 2019/2020 sebelumnya, yakni berasal dari Family Art Competitions (FACT), Family Colouring Competitions (FCC) dan Teacher Competitions (TC),” ungkap Product Manager PT Faber-Castell International Indonesia, Richard Panelewen.

Richard juga menjelaskan bahwa sejumlah kegiatan Faber-Castell di periode 2019/2020 harus dihentikan lebih cepat sebagai langkah pencegahan dari penyebaran Covid-19. Tegasnya, Faber-Castell berkomitmen untuk mendepankan aspek keselamatan dan keamanan peserta kegiatan yang didominasi anak dan keluarga.

Hal ini mengakibatkan sejumlah kegiatan nasional dihentikan sebelum jadwal seharusnya. Salah satunya kegiatan Family Coloring Competition (FCC). Kegiatan mewanai untuk siswa PAUD/TK tersebut akhirnya hanya bisa dilaksanakan di 67 kota dari target awal 89 kota. Sementara Family Art Competition (FACT) terlaksana di 22 kota dari 37 kota yang direncanakan. Adapun kegiatan kreasi yang ditujukan para guru, Teacher Competitions (TC) baru berjalan di 37 kota.

“Sebagai bentuk komitmen, Faber-Castell tetap memberikan apresiasi kepada seluruh pemenang kegiatan. Bentuk hadiah utama yang awalnya berupa wisata bagi para pemenang nasional, dikonversi dalam bentuk dana pendidikan,” tandas Richard Panelewen.

Pemenang nasional Family Art Competitions (FACT) sedianya akan memperoleh hadiah berwisata ke Disneyland Hongkong, sementara Family Colouring Competitions (FCC) dan Teacher Competitions (TC) memperoleh hadiah wisata domestik ke Pulau Dewata Bali maupun Danau Toba.

Terkait jumlah dana pendidikan yang diperoleh oleh pemenang, Richard menyebut senilai Rp 20.000.000 untuk pemenang lomba Family Art Competitions (FACT) dipotong pajak yang diberikan kepada 5 pemenang. Sementara pemenang nasional Family Colouring Competitions (FCC) mendapatkan Rp10.000.000 dipotong pajak untuk 12 pemenang. Pemenang Teacher Competitions (TC) memperoleh Rp 5.000.000 dipotong pajak bagi 9 pemenang.

Proses penjurian dilakukan di kantor Faber-Castell Surabaya pada 4 Agustus 2020 silam. Penilaian dilakukan secara terbuka dengan melibatkan juri profesional. Salah satunya merupakan perwakilan Institut Teknik Surabaya (ITS) dan disaksikan oleh notaris untuk memastikan bahwa sesuai dengan prosedur dan telah memiliki dasar hukum yang kuat.

Komposisi, variasi warna, kreativitas, teknik pewarnaan, kerapihan dan kebersihan menjadi elemen yang dinilai. Juri fokus pada karya karena identitas karya ditutup rapat. Richard menambahkan Faber-Castell terus mendorong kreativitas di tengah situasi saat ini. Antara lain melalui pelatihan-pelatihan yang diselenggarakan secara digital.

Sementara itu, Direktur Pendidikan Anak Usia Dini Kemendikbud RI, Dr. Muhammad Hasbi mengungkapkan bahwa anak adalah aset bangsa yang paling berharga. Dengan memberikan perhatian dan kepedulian terhadap pendidikan anak sejak masa dini, maka kita telah melakukan investasi terbaik yang pernah ada.

Mewujudkan pendidikan anak usia dini yang berkualitas tidak saja secara eksklusif menjadi kewenangan pemerintah. Namun juga menjadi tanggung jawab bersama antara keluarga, masyarakat, stakeholders termasuk dunia usaha.

Kemendikbud menyambut baik dan memberikan apresiasi kepada Faber-Castell yang turut andil memberikan kontribusi dalam memberikan dana pendidikan kepada guru PAUD terpilih dan anak-anak yang telah menunjukkan kreativitasnya.

Tegasya, dalam era disrupsi inovasi saat ini, kreativitas menjadi kunci untuk berhasil. “Melalui pendidikan anak usia dini, kita ditantang untuk menyiapkan anak-anak yang bisa memiliki kemampuan memecahkan masalah, kritis, analitis, berinovasi dan dapat beradaptasi untuk hal-hal baru yang tidak terduga,” ucap Muhammad Hasbi.

Memberikan anak kesempatan untuk bebas berkarya adalah kunci utamanya. Misalnya bebas menggambar sesuai imajinasi anak, mengizinkan anak menikmati proses saat ia mencorat coret gambar dan memberikan warnanya. Anak juga wajib diberikan kepercayaan bahwa ia dapat melakukannya sendiri.

“Kita, guru, orang tua, atau orang dewasa di dekatnya dapat memberikan dukungan dengan memberikan fasilitas yang anak perlukan. Kemerdekaan untuk berpikir, berkarya, dan bereksplorasi ini akan menumbuhkan kepercayaan diri dan karakter kuat lainnya yang akan anak butuhkan untuk dapat hidup di masanya yang penuh ketidakpastian namun juga penuh dengan kesempatan,” tutup Hasbi. (bp)




Berita Terkait

Back to top button

Konten dilindungi!