DENPASAR, Balipolitika.com- Blunder fatal Kluivert. Mungkin kata itu yang pantas disematkan setelah Timnas Indonesia kalah dari Arab Saudi. Kritik pedas mengalir setelah pencadangan Tom Haye.
Kegagalan Timnas Indonesia Lawan Arab Saudi dinilai sangat mengecewakan publik sepak bola nasional. Skuad Garuda hanya mampu menandingi permainan tim tuan rumah sekitar lima belas menit awal pertandingan, sisanya permainan Timnas terlihat sangat buruk. Hasil mengejutkan ini memicu kritik Patrick Kluivert dari berbagai pihak, terutama terkait pemilihan pemain utama di lapangan.
“Pelatih sudah seharusnya mengetahui kualitas pemainnya setelah enam pertandingan, keputusan mencadangkan Tom Haye blunder besar,” tegas Justinus Lhaksana, pengamat sepak bola, dengan nada keras.
Intervensi yang Lambat
Permainan Timnas Indonesia terhenti usai periode lima belas menit awal karena pemain sering kalah duel dan bola kedua. Pelatih Patrick Kluivert bahkan dinilai melakukan intervensi yang terlambat dan salah saat pergantian pemain di babak kedua. Keputusan paling disorot adalah tidak memainkan Tom Haye sejak awal pertandingan yang sangat vital bagi lini tengah Timnas Indonesia. Pemain Naturalisasi Indonesia ini adalah satu-satunya gelandang yang punya kreativitas mengatur serangan Skuad Garuda.
Tanpa kehadiran Tom Haye, lini tengah Indonesia dinilai tidak memiliki kreativitas signifikan untuk menembus pertahanan lawan secara efektif. Mark Klok, salah satu gelandang senior, justru dinilai bermain sangat buruk sekali sepanjang jalannya pertandingan kontra Arab Saudi. Kluivert juga membuat kesalahan saat mencadangkan Nathan Tjoe-A-On, padahal Nathan adalah pemain starter reguler di klubnya saat ini. Pelanggaran tidak perlu berbuah penalti menunjukkan mentalitas pemain yang tidak tenang dalam menghadapi tekanan internasional.
Justinus Lhaksana juga menyoroti Ragnar Oratmangoen yang dinilai tidak cocok bermain sebagai striker karena posisinya murni seorang winger yang membutuhkan ruang gerak luas. Beckham Putra dan Yakob Sayuri juga murni kalah fisik dan duel melawan pemain Arab Saudi yang lebih kokoh. Penampilan Timnas Indonesia baru membaik dan lebih berbobot setelah Tom Haye dan Ole Romeny masuk menggantikan beberapa pemain pada menit ke-65. Para pemain Timnas harus cepat memperbaiki semua kesalahan teknis sebelum pertandingan berikutnya.
Tantangan Berat
Skuad Garuda kini harus menghadapi tantangan berat berikutnya untuk meraih peluang lolos kualifikasi. Kesempatan lolos langsung atau sebagai runner-up grup masih terbuka jika Indonesia mampu memenangkan pertandingan penting selanjutnya melawan Irak. Kluivert wajib menurunkan komposisi pemain terbaik yang reguler bermain (starter) di liga lebih bagus dibandingkan Liga Indonesia. Jika tidak ada perbaikan nyata saat laga Indonesia vs Irak Kualifikasi, Justinus Lhaksana pesimis dengan hasil akhir yang akan diraih skuad asuhan Kluivert. (BP/CHA).













