DENPASAR, Balipolitika.com– Gde Wirajaya Wisna, S.E., S.Kom. resmi menjabat sebagai Ketua DPD Hanura Bali periode 2025-2030 meneruskan kepemimpinan I Kadek Arimbawa alias Lolak.
Sama seperti saat Musyawarah Daerah (Musda) ke-4 Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Provinsi Bali dibuka langsung oleh Ketua Umum Partai Hanura, Dr. (H.C.) H. Oesman Sapta Odang Dt. Bandaro Sutan Nan Kayo di The Trans Resort Seminyak, Kuta, Badung, Senin, 11 Agustus 2025, Lolak masih tak tampak alias “hilang”.
Minus Lolak, Gde Wirajaya Wisna, politisi kelahiran Singaraja, 5 Oktober 1967 terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Daerah (Musda) IV Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Provinsi Bali di Ballroom Four Star by Trans Hotel, Jalan Raya Puputan, Denpasar, Senin, 11 Agustus 2025 malam.
Dalam penetapan yang dilakukan melalui Sidang Pleno Musda IV DPD Partai Hanura Bali ini, Wirajaya menjadi calon tunggal yang dinyatakan memenuhi syarat dan terverifikasi sesuai Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) partai, serta mendapat rekomendasi resmi Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Hanura.
Sidang pleno dipimpin Wakil Ketua Umum Bidang Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (OKK) DPP Hanura Hengki Irawan, didampingi Koordinator Wilayah VIII DPP Hanura Brigjen Purn TNI Marnov Arianto, Ketua Steering Committee Ida Bagus Kiana, Ketua Organizing Committee Mardiki Supriadi, dan Ketua DPC Klungkung Wayan Buda Parwata.
Hengki Irawan menegaskan proses Musda IV Partai Hanura Bali berjalan demokratis dan sesuai mekanisme organisasi.
“Seluruh tahapan musda telah memenuhi syarat quorum, agenda, dan tata tertib. Keputusan aklamasi ini lahir dari kebulatan tekad DPC se-Bali, sehingga layak menjadi tonggak kebangkitan Hanura Bali menuju Pemilu 2029,” ujar Hengki.
Dalam pandangan umum, Ketua DPC Hanura Buleleng Gde Wisnaya Wisna mewakili sembilan DPC menyatakan dukungan penuh.
“Kami datang dengan satu tekad membangkitkan Hanura Bali, mengembalikan kejayaan, dan memenangkan Pemilu 2029. Ketua terpilih harus militan, loyal, berpengalaman, dan mampu merangkul semua pihak. Figur itu ada pada Gde Wirajaya Wisna,” tegas Wisnaya.
Dalam sambutannya, Gde Wirajaya Wisna mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan Ketua Umum DPP Hanura Oesman Sapta (OSO), jajaran DPP, seluruh DPC, kader, dan simpatisan.
Ia menegaskan tiga komitmen utama kepemimpinannya: memperkuat konsolidasi internal, membangun solidaritas dan loyalitas, serta melaksanakan musyawarah cabang untuk membentuk kepengurusan definitif.
“Target kita adalah mengembalikan kejayaan Hanura Bali. Dulu kita pernah mencapai hampir 30 kursi legislatif, dan periode ini kita bertekad mendekati capaian itu melalui kerja nyata di tengah rakyat,” tegas Wirajaya.
Sekjen DPP Hanura Benny Rhamdani menutup resmi Musda IV dengan pesan optimisme.
“Bali punya potensi besar untuk mengangkat perolehan kursi di semua level. Tantangannya berat, tapi dengan kepemimpinan yang solid dan dukungan penuh kader, Hanura Bali bisa menjadi kekuatan politik yang disegani di Pemilu 2029,” ujarnya.
Musda IV DPD Hanura Bali diawali pembukaan megah di The Trans Resort, Kuta Utara, Badung, Senin, 11 Agustus 2025 siang oleh Ketua Umum DPP Hanura OSO.
Acara pembukaan dihadiri Gubernur Bali Wayan Koster, Bupati Klungkung Made Satria, Wakil Bupati Buleleng Gede Supriatna, perwakilan KPU dan Bawaslu Bali, pimpinan partai politik se-Bali, serta ratusan kader Hanura.
Gde Wirajaya Wisna tercatat aktif di berbagai organisasi, antara lain Presiden JCI LOM Bali (2004), Bendahara Umum BPD HIPMI Bali (2004–2007), dan Kader Utama Partai Hanura.
Ia dikenal sebagai sosok yang loyal, berpengalaman, dan memiliki jejaring kuat di tingkat daerah maupun nasional. (bp/ken)












