TABANAN, Balipolitika.com– Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Universitas Warmadewa (Unwar) melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Desa Baturiti, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Provinsi Bali.
Kegiatan PKM ini mengusung tema “PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PENGEMBANGAN USAHA RUMAH TANGGA BERBASIS SUMBER DAYA LOKAL DAN OPTIMALISASI MEDIA SOSIAL UNTUK MENINGKATKAN EKONOMI KELUARGA”.
Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Pemberdayaan Berbasis Masyarakat (PBM) yang didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (DPPM) Universitas Warmadewa Tahun 2026 dan berlangsung sejak bulan Juni hingga Agustus 2026.
Desa Baturiti, yang terletak di Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, merupakan daerah pedesaan dengan potensi sumber daya alam yang melimpah.
Sebagian besar masyarakatnya bekerja di sektor pertanian, perkebunan, dan usaha rumah tangga berbasis produk lokal, mulai dari olahan pangan hingga kerajinan tangan.
Meski memiliki potensi ekonomi yang cukup besar, sebagian pelaku usaha rumah tangga di desa ini masih menjalankan usahanya secara sederhana dan informal, dengan pengelolaan keuangan yang belum terstruktur serta pemanfaatan media sosial untuk pemasaran yang masih sangat minim.
Berangkat dari kondisi tersebut, Tim PKM Unwar yang diketuai oleh I Wayan Chandra Adyatma, S.E., M.Si., bersama dua anggota dosen, I Nyoman Angga Prabawa, S.Kom., M.T. dan I Made Dwi Sumba Wirawan, S.E., M.Si., BKP., serta dua mahasiswa dari Program Studi Akuntansi Perpajakan, Putu Risma Sabrina Putri dan Ester Vikariat Waruwu, merancang serangkaian kegiatan pemberdayaan yang menyasar kelompok pelaku usaha rumah tangga di Desa Baturiti yang beranggotakan 20 orang.
Ketua Tim PKM, I Wayan Chandra Adyatma, S.E., M.Si., menyampaikan bahwa kegiatan pengabdian ini difokuskan pada tiga aspek utama, yaitu produksi, manajemen usaha, dan pemasaran digital.
“Sebagian besar pelaku usaha rumah tangga di Desa Baturiti masih mencampur keuangan pribadi dan usaha, serta belum memanfaatkan media sosial secara optimal untuk memasarkan produknya. Padahal produk-produk lokal seperti olahan pangan dan kerajinan tangan di desa ini sebenarnya punya potensi pasar yang cukup luas,” ujarnya.
Selain pelatihan produksi, Tim PKM juga memberikan pelatihan pengelolaan keuangan usaha secara sederhana, termasuk penggunaan aplikasi pencatatan keuangan seperti POS Olsera dan template Excel, agar pelaku usaha mampu memisahkan keuangan usaha dari keuangan rumah tangga dan mengambil keputusan bisnis berdasarkan data yang jelas.
“Dengan pencatatan yang rapi, mereka jadi tahu sebenarnya usaha yang dijalankan untung atau rugi, sehingga bisa mengambil keputusan yang lebih tepat,” tambah I Made Dwi Sumba Wirawan, S.E., M.Si., BKP., yang bertanggung jawab pada materi akuntansi sederhana.
Kepala Desa Baturiti, I Ketut Matra, S.H., menyambut baik kegiatan pengabdian ini dan berharap program semacam ini dapat terus berlanjut.
Menurutnya, pendampingan dari Universitas Warmadewa sangat membantu masyarakat Desa Baturiti dalam mengelola usaha rumah tangga secara lebih profesional, mulai dari produksi, pencatatan keuangan, hingga pemasaran digital, sehingga mampu meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan keluarga di desa tersebut.
Tim Pengabdian yang diwakili oleh I Wayan Chandra Adyatma menyampaikan pentingnya keberlanjutan program ini setelah kegiatan pengabdian berakhir.
“Kami berharap masyarakat Desa Baturiti bisa terus mengembangkan kelompok usaha yang sudah dibina, memperluas jaringan pemasaran secara mandiri, dan menerapkan pencatatan keuangan yang sudah diajarkan secara berkelanjutan,” katanya.
Peserta dalam kegiatan pengabdian ini melibatkan perangkat desa serta pelaku usaha rumah tangga di Desa Baturiti.
Kegiatan ini dilaksanakan sejak Juni hingga Agustus 2026, dan Tim Pengabdian Unwar berharap adanya kerja sama berkelanjutan dengan Universitas Warmadewa untuk terus mendampingi dan mengembangkan usaha rumah tangga di Desa Baturiti agar semakin mandiri secara ekonomi dan berdaya saing di pasar yang lebih luas. (bp/ken)














