Wujud Sunyi Umat Manusia
: Arthur Rimbaud
“dalam diriku telah pudar
semua harapan kemanusiaan,”
ucapmu yang kini nyaris melanda
umat manusia di negeriku
di mana mencintai suara kebenaran
seperti menelan bisa ular
yang pelan-pelan bisa mematikan.
orang-orang hanya bicara
sesuai selera hidangan algoritma
tanpa kepekaan jiwa dan cinta
pengembang-biak harapan
pelecut energi juang sehari-hari.
benar, mereka hanya bicara
mengusir para pemanggul cita-cita
bahkan dengan celaan paling tega
hingga aku merasa:
dalam diriku telah pudar
semua harapan kemanusiaan.
kini mulai kutemukan
mereka tergeletak di atas sebuah peta
setelah terlempar tanpa ampun
tanpa rasa iba apalagi cinta
dan aku melukisnya dalam dada
: wujud sunyi umat manusia
Jakarta, 2025
Sankhara Murni
jam empat sore, angin diam di atas danau
pohon ketapang berbaris di tepinya
seorang lelaki muda bermata coklat
duduk di atas rumput setenang bukit.
ia memejam, mengamati setiap aroma
yang dibawa udara keluar masuk
lubang hidungnya yang kehilangan peka
setelah sekian tahun mukim di kota.
pada pejam terdalam ia jangkau seluruh
suara dari dalam dirinya yang bising
suara yang ia bungkam sendiri selama ini.
kita adalah pasangan paling setia
tidak pernah saling berpaling
romantis dan serasi, mempelai abadi!
2025
Gairah Penghuni Jakarta
kurebus segelas mineral di bawah matahari
lalu kuteguk sebelum petang tiba lebih awal
menelan sisa gairah manusia ke balik kelam
–jakarta yang tak menjanjikan kebahagiaan!
penciumanku retak membentur kedunguan
di gedung-gedung tujuan para pendemo
sebab segala yang terendus sekejap terhapus
dari ingatan massa sebelum terbit jadi berita.
kini, sambil kuteguk mineral kutelan pula
kapsul pereda daya berontak para pekerja
obat penjinak paling ampuh di sekujur kota.
tapi, aku masih manusia haus bicara
sekali hilang sabar seketika bisa bar-bar
bangkit bersama suara-suara yang dibungkam!
Jakarta, 2025
3 Babak Sebelum Pintu
1/
dalam perjalanan 60 menit di udara
aku menulis kita di buku harian luka
jendela pesawat membuka jarak pandang
bersinar biru ke duniamu yang bebas terbang
dari nyerinya hidup merasa kosong.
di hamparan awan bergerak ke belakang
kutemui kehidupan tanpa mahluk
bentuk murni kelembutan penciptaan
serupa wajah cinta sebelum retak.
aku ingin mukim di sana tanpa kartu
hanya sebagai kita yang ranum dan harum.
2/
tiba di bandara
duniaku meluap-luap
rindu lahir dari semesta putih
sebagai definisi baru dari penyatuan.
3/
konon, kita adalah satu dalam pelukan
dan ciuman yang tak berkesudahan
sejak sejarah kita bergerak di garis start
tanpa ketemu finish, bisikmu di pintu
sambil memvisualkan peristiwa kecil
tragedi hidup kita.
Jakarta, 2025
Pintu Pembebasan Dunia
dentum asmaragama bergema
di seantero kota yang sekarat
memekakkan telinga orang-orang
berwajah dingin para wakil rakyat
saat keheningan bertempur
dengan dentuman di langit sebuah negeri
hingga tiba sepasang mahluk
di pintu pembebasan dunia
: persemaian sukadukana
Jakarta, 2025
Situasi Batas II
pintu zaman saling jarah terbuka lebar
di telapak tangan satu persen pengendali
sembilanpuluhsembilan persen umat manusia
yang diam-diam dijadikan sapi karapan
di medan pacu situasi batas yang berlari cepat,
bengis dan kejam: mewah tetapi hampa.
semua diseret jadi petarung
dalam labirin algoritma
berebut suaka dan harga benda
yang serba instan dan efisien
wujud maya pengbubur warisan purba
nenek moyang.
sembilanpuluhsembilan persen umat manusia
terjebak di layar utopia dan kehampaan
tanpa tujuan dan tempat pulang
semua terseret arus keinginan
dalam gelombang virtual
dengan jutaan konten renyah
pembusuk otak—penghancur akal sehat
sekaligus pemadam api jiwa kemanusiaan
Jakarta, 2025
BIODATA
Selendang Sulaiman, lahir di Sumenep, 18 Oktober 1989. Mukim di Jakarta. Founder arsippuisipenyair.com. Puisi-puisinya tersiar di berbagai media massa cetak dan elektronik serta di sejumlah antologi puisi bersama. Antologi Puisi Tunggalnya: Omerta (Halaman Indonesia, 2018) dan Peta Biru Dunia Ketiga (Penerbit JBS, 2025. Bisa dijumpai di IG @selendangsulaiman dan YouTube Channel @selendangsulaimanofficial













