Balipolitika.com- Prancis vs Paraguay, akan bertemu pada babak lanjutan 16 besar Piala Dunia 2026 ini. Laga akan digelar di Philadelphia Stadium, Amerika Serikat. Laga hidup mati fase knockout ini dijadwalkan kick-off Minggu, 5 Juli 2026 pukul 04.00 WIB. Pemenang pertandingan sistem gugur langsung lolos otomatis. Duel diprediksi ketat.
Siaran langsung ditayangkan TVRI dan layanan MaxStream. Menyingkirkan raksasa Jerman menjadi modal utama La Albirroja. Sangat mengejutkan. Sorotan publik tertuju penuh pada lini belakang mereka.
Menang adu penalti diraih dramatis anak asuh Gustavo Alfaro atas Jerman. Skor imbang 1-1 bertahan selama 120 menit laga. Sangat ketat sekali.
Sebaliknya, Prancis melangkah sangat mulus usai mencukur Swedia tiga gol tanpa balas. Les Bleus datang membawa status kandidat terkuat juara turnamen. Skuad mereka sangat menakutkan lawan.
Kekalahan telak 1-4 Paraguay dari Amerika Serikat pada laga pembuka grup menjadi titik balik perbaikan strategi Alfaro. Mentalitas bertanding skuadnya berubah drastis sejak ditangani Agustus 2024 lalu. Disiplin tinggi diperlihatkan di lapangan.
Hanya kalah lima kali dicatatkan mereka dari 23 laga internasional terakhir. Sisanya berakhir 10 kemenangan dan delapan hasil imbang. Catatan apik.
Tetapi, rekor sapu bersih kemenangan justru dipegang kokoh oleh kubu lawan sepanjang turnamen. Prancis menyamai torehan Meksiko dan Argentina. Persentase kemenangan mereka sempurna.
Produktivitas gol menjadi kekuatan utama armada Didier Deschamps. Total 12 gol dilesakkan ke gawang lawan. Jumlah ini menjadi yang terbanyak sepanjang turnamen di Amerika Serikat bergulir. Mengerikan sekali.
Ketajaman lini depan disokong penuh Kylian Mbappe, Ousmane Dembele, Michael Olise, dan Bradley Barcola. Sulit dibendung bek mana pun.
Selanjutnya, materi pemain terbaik siap diturunkan Alfaro demi meredam agresivitas serangan lawan. Gill dipercaya mengawal kesucian gawang dari gempuran. Duet bek tengah diisi G. Gomez dan Canale. Sektor tengah diperkuat Cubas. Lini depan bertumpu pada ketajaman trio Almiron, Avalos, serta Enciso. Taktik parkir bus disiapkan.
Beda halnya, kubu Les Bleus dipastikan tampil menyerang total sejak menit awal babak pertama dimulai. Mike Maignan berdiri kokoh di bawah mistar gawang. Dayot Upamecano berduet bersama William Saliba sebagai jangkar pertahanan.
Sektor gelandang jangkar dihuni Aurelien Tchouameni dan Adrien Rabiot untuk memutus aliran bola musuh. Ujung tombak mematikan diserahkan penuh kepada kapten tim, Kylian Mbappe.
Lagipula, hukum permainan FIFA nomor 12 mengenai pelanggaran disiplin berat akan ditegakkan ketat oleh pengadil lapangan hijau. Kedisiplinan menjadi kunci vital bagi kedua tim. Jangan sampai kecolongan kartu.
Tekanan tinggi Prancis diprediksi membuat lini belakang lawan pontang-panting. Ruang kosong pertahanan Paraguay menjadi makanan empuk penyerang sayap lawan. Kecepatan Barcola diwaspadai.
Singkatnya, kedua negara dipastikan tampil ngotot habis-habisan demi menjaga gengsi di ajang internasional empat tahunan ini. Siapa lengah mengamankan area penalti akan langsung angkat koper.
Pada akhirnya, keunggulan kualitas individu dan kematangan taktik membuat Prancis jauh lebih diunggulkan melaju ke babak delapan besar. Ujian berat melatih kesabaran pemain. “Kami harus waspada total terhadap skema serangan balik cepat mereka,” tegas pelatih Didier Deschamps saat sesi jumpa pers sebelum laga. (BP/CHA).












