TABANAN, Balipolitika.com- Puluhan personel penyelamat gabungan melakukan penyisiran intensif di sepanjang aliran sungai Subak Jemanik guna mencari dua warga yang hilang terseret arus. Bencana bermula saat hujan lebat memicu longsoran senderan pondasi yang kemudian menghantam sebuah rumah di Banjar Kuwum Ancak hingga hancur total. Petugas fokus mencari keberadaan Yuliana Da Costa Makun dan anak balitanya yang diduga kuat hanyut terbawa material bangunan saat banjir bandang menerjang.
“Upaya pencarian kita lanjutkan dengan membagi tim menjadi dua SRU yaitu darat dan sungai guna mengefektifkan waktu penyelamatan,” ujar Koordinator Lapangan Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, Dudy Librana, Rabu, 21 Januari 2026.
Debit air sungai yang meningkat secara mendadak pada pukul empat dini hari menyebabkan struktur bagian belakang rumah korban tidak kuat menahan beban. Air bah yang membawa material tanah dan bebatuan langsung menyapu area pemukiman hingga menyebabkan bangunan permanen tersebut roboh seketika. Suami korban berhasil menyelamatkan diri dari reruntuhan namun saat ini harus mendapatkan penanganan medis secara intensif akibat luka benturan benda keras.
“Hujan deras sejak semalam mengakibatkan debit air naik sehingga air bah langsung menghantam bagian belakang rumah milik korban tersebut,” kata Dudy Librana saat menjelaskan pemicu utama ambruknya bangunan.
Tim darat melakukan pemeriksaan pada setiap tumpukan puing bangunan yang masih tersisa di pinggiran sungai guna mencari tanda-tanda keberadaan korban. Sementara itu, tim air menggunakan perlengkapan khusus untuk mengarungi aliran sungai yang keruh serta dipenuhi sampah ranting pohon akibat terbawa arus. Petugas membagi zona pencarian menjadi beberapa titik strategis dengan radius jangkauan mencapai dua kilometer dari pusat lokasi kejadian perkara awal.
“Pencarian kita optimalkan sejauh dua kilometer dari lokasi hilangnya korban dengan mengerahkan seluruh potensi SAR yang tersedia di lapangan,” tutur Dudy Librana seraya memantau pergerakan personel di bantaran sungai.
Basarnas bersama unsur TNI, Polri, dan BPBD Tabanan terus bersinergi melakukan pemetaan jalur sungai yang memiliki banyak lekukan serta pusaran air dalam. Warga setempat turut memberikan informasi mengenai titik-titik rawan tersangkutnya material besar di sepanjang aliran sungai tersebut untuk memudahkan proses evakuasi. Petugas mewaspadai potensi longsor susulan mengingat kondisi tanah di sekitar tebing sungai masih sangat labil akibat jenuh air setelah hujan panjang.
“Saat ini seluruh unsur SAR gabungan termasuk relawan dan masyarakat ikut terjun membantu proses pencarian fisik di medan yang sulit,” imbuh Dudy Librana saat menemui pihak keluarga korban di posko darurat.
Pihak otoritas berencana melakukan evaluasi menyeluruh pada sore hari guna menentukan langkah perluasan area penyisiran hingga mencapai titik muara sungai terdekat. Cuaca yang tidak menentu menjadi tantangan tersendiri bagi para penyelamat yang harus berpacu dengan waktu dalam menemukan keberadaan ibu dan anak tersebut. Masyarakat diminta untuk tetap tenang namun waspada serta menghindari aktivitas di sekitar bantaran sungai selama kondisi cuaca ekstrem masih melanda wilayah Bali.
“Hingga siang ini upaya pencarian sorti pertama masih terus berlangsung dan selanjutnya akan kami evaluasi terkait kendala operasional lapangan,” pungkasnya. (BP/CHA).











