BALI, Balipolitika.com – Akomodasi wisata Tanatap terbakar dan kerugian perkiraan miliaran rupiah. Beruntung tidak ada korban jiwa, namun yang jelas kerugian material membengkak.
Kejadian kebakaran pada Minggu, 28 Desember 2025 pagi, dugaan berasal dari tungku api sauna. Sebab akomodasi wisata ini bergerak di berbagai bidang.
Mulai dari restoran, sauna, yoga, hingga tempat pilates. Bangunan berlantai tiga yang banyak menggunakan material kayu. Tempat ini baru beroperasi selama dua bulan, dan pengunjungnya selalu ramai.
Manager Tanatap, Amade di lokasi, mengatakan saat awal pertama kebakaran ia tidak sedang berada di lokasi. Namun informasinya, api pertama kali muncul dari tungku sauna, lalu merembet ke material kayu, dan api pun tiba-tiba membesar dan merembet ke seisi bangunan.
“Api dari tungku sauna, lalu merambat ke material kayu, tiba-tiba api jadi besar. Ada kopi bar, dapur, ruang yoga, pilates. Baru beroperasi dua bulan. Saat kejadian saya gak ada di lokasi, saya datang tiba-tiba sudah kebakaran,” ujarnya.
Wahyuni pemilik rumah di sebelah TKP masih sangat syok. Ia pun terus berusaha menyeka air matanya. Ia menjelaskan bahwa saat itu dirinya tengah memasak. Tiba-tiba ada kepulan asap pekat dari arah restoran Tanatap. Ia lantas mendatangi restoran itu untuk memastikan sumber asap.
Di sana, ia melihat para karyawan Tanatap sedang panik. Lalu ia menyuruh agar segera menelepon petugas kebakaran. Sembari menunggu petugas, ia bersama warga lainnya berusaha memadamkan api dengan air PDAM.
Namun karena airnya kecil, sehingga upaya itupun tak membuahkan hasil. “Kami sudah berusaha bantu sama tetangga sekitar, tapi gak bisa. Karena apinya besar di belakang,” ujarnya.
Tak berselang lama, petugas damkar pun tiba. Mobil damkar pun bolak-balik memasok air untuk penanganan kebakaran. Pemadaman api di Restoran Tanatap membutuhkan proses yang panjang. Hal tersebut karena bangunan berlantai tiga ini sebagian besar menggunakan material alam, sehingga sangat mudah tersambar api.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Gianyar, I Putu Yudanegara bersama Kabid Damkar Gianyar, I Putu Pradana menjelaskan, pihaknya mendapatkan laporan pukul 7.38 Wita.
Dan langsung menurunkan unit damkar Pos Ubud. Namun karena api yang besar, serta material di dalamnya sebagian besar berupa kayu, sehingga pihaknya pun menurunkan unit Pos Payangan, Pos Induk dan Pos Sukawati untuk membantu melakukan pemadaman.
“Kita turunkan sembilan armada tambah satu unit pikap. Saat pertama kali datang, dari luar memang tidak terlihat ada api. Namun api besar ada di ruang belakang. Beruntung tim kami berhasil menghalau api tidak merembet ke bangunan tetangga,” ujarnya.
Kabid Damkar Gianyar, I Putu Pradana yang ikut memadamkan api ke dalam ruang belakang bangunan menemui bahwa kebakaran paling parah terjadi di lantai satu. Di mana menurut keterangan pemilik, kata dia,api pertama kali muncul di lantai satu, tepatnya di ruang sauna.
Kapolsek Ubud, Kompol I Wayan Putra Antara mengatakan tidak terdapat korban jiwa maupun luka dalam peristiwa ini. Sementara untuk menyebab kebakaran, pihaknya masih akan melakukan penyelidikan. (BP/OKA)







