BADUNG, Balipolitika.com– Direksi Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar dan Pangan Mangu Giri Sedana (MGS) Kabupaten Badung periode 2026-2031 dilantik dan diambil sumpah jabatannya oleh Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa selaku Kuasa Pemilik Modal (KPM) di Ruang Kriya Gosana, Puspem Badung, Selasa, 27 Januari 2026.
Ketua Komisi III DPRD Badung, Ir. I Made Ponda Wirawan, S.T. menghadiri acara seremonial pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan Kompiang Gede Pasek Wedha dilantik sebagai Direktur Utama dan I Made Anjol Wiguna dilantik sebagai Direktur Umum Perumda Pasar dan Pangan MGS Badung.
Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum penting dalam penguatan tata kelola Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), khususnya di sektor pasar dan ketahanan pangan.
Kehadiran perwakilan DPRD Badung dalam kegiatan tersebut mencerminkan komitmen bersama antara legislatif dan eksekutif untuk memastikan manajemen Perumda Pasar dan Pangan Mangu Giri Sedana dapat berjalan secara profesional, transparan, dan akuntabel.
Ponda Wirawan menyampaikan harapannya agar direksi yang baru dilantik mampu menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab serta menghadirkan inovasi yang berdampak nyata bagi stabilitas pangan dan penguatan ekonomi kerakyatan di Kabupaten Badung.
“Selamat bertugas kepada seluruh direksi yang dilantik. Semoga dapat membawa perubahan positif dan meningkatkan kinerja perusahaan daerah demi kesejahteraan masyarakat Badung. Pelantikan ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam mendukung pembangunan daerah, khususnya dalam pengelolaan pasar rakyat dan distribusi pangan yang berkelanjutan,” ucap Ponda Wirawan.
Di sisi lain, Adi Arnawa menyampaikan apresiasi kepada Panitia Seleksi (Pansel) Direksi Perumda Pasar dan Pangan MGS yang telah melaksanakan seleksi sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan dengan prinsip transparansi atau keterbukaan; tidak ada unsur titipan dalam penentuan direksi.
Ia juga menyampaikan selamat kepada para Direksi yang dilantik dan mengharapkan agar para Direksi bisa bekerja dengan baik.
“Proses seleksi yang dilakukan oleh tim pansel yang saya berikan kepercayaan sudah berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan prinsipnya ini sangat-sangat terbuka. Tidak ada titipan siapa pun dan pure saya berikan kewenangan kepada tim pansel untuk menentukan siapa yang layak memimpin perumda. Hasilnya dua orang ini yang memperoleh nilai teratas nomor satu dan nomor dua dan sekaligus dengan posisi direktur utama dengan direktur umum. Mudah-mudahan kedua orang ini akan menjadi sosok leader di sana yang bisa memenuhi ekspektasi kami terutama pemerintah terkait dengan bagaimana posisi Perumda MGS ini selaku off-taker-nya daripada produksi-produksi petani yang ada,” ujar Adi Arnawa.
Adi Arnawa juga menanggapi pemberitaan yang ramai diperbincangkan terkait dengan status dari Direktur Utama Perumda Pasar dan Pangan MGS Kompiang Gede Pasek Wedha di mana yang bersangkutan sudah mengajukan surat pengunduran diri dari jabatannya sebagai Direktur Utama Perumda Sanjaya Ning Singgasana Tabanan.
“Dalam persyaratan itu disampaikan silahkan siapa pun boleh dan berhak untuk mengikuti seleksi asal ada beberapa ketentuan yang harus dipenuhi. Salah satunya adalah dia tidak boleh rangkap jabatan. Dan dia harus siap mundur bila terpilih, itu sudah dilakukan oleh Direktur Utama Bapak Kompiang Gede Pasek Wedha. Makanya tidak ada alasan kita mengatakan bahwa yang bersangkutan tidak memenuhi syarat. Saya sudah pertimbangkan baik-baik. Kecuali yang bersangkutan, masih tetap merangkap di Tabanan dan di Badung, itu yang tidak boleh. Saya juga akan mengevaluasi kinerja dari para direksi selama satu tahun. Apabila tidak bisa memenuhi harapan dari Bupati Badung selaku KPM,” jelas Adi Arnawa.
Lebih lanjut dijelaskan bahwa selaku off-taker (pembeli siaga), hasil panen padi atau gabah petani yang ada di Kabupaten Badung agar para direksi selalu berkoordinasi dan bekerja sama dengan Dinas Pertanian Badung dalam rangka menyejahterakan petani.
“Posisi Perumda Pasar dan Pangan MGS ini sebagai off-taker yang di dalamnya memiliki Rice Milling Unit (RMU) yaitu mesin penggilingan padi modern yang mengolah gabah menjadi beras secara efisien. Bagaimana dia proses produksi petani untuk gabah menjadi beras dan bisa dibawa ke pasar dan itu menghasilkan sesuatu. Inilah yang kita, kalau ini sudah bisa berjalan stabil saya kira petani pun akan merasakan dan sudah dipastikan hasil tersebut akan dibeli oleh perumda. Perumda MGS harus jadi penopang produksi dan kesejahteraan petani,” ucap Adi Arnawa.
Turut hadir pada kesempatan ini Wakil Bupati Badung, Bagus Alit Sucipta, Sekda Badung, Ida Bagus Surya Suamba beserta Kepala OPD di lingkup Pemkab Badung, BPD Bali Cabang Mangupura dan Badung, Direksi Perumda Air Minum Tirta Mangutama Kabupaten Badung, dan Pengawas, Pejabat serta Staf Perumda Pasar dan Pangan MGS Badung. (bp/ken)













