DENPASAR, Balipolitika.com– Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Universitas Warmadewa melaksanakan kegiatan pendampingan bagi UMKM Bali Nirmala, sebuah usaha mikro yang memproduksi Virgin Coconut Oil (VCO) dan lengis tandusan berbahan dasar kelapa.
Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang bertujuan meningkatkan kapasitas pelaku UMKM melalui penguatan pemasaran digital, branding produk, serta pengelolaan keuangan usaha secara sederhana dan berkelanjutan.
Kegiatan yang dilaksanakan di rumah produksi Jalan Siulan Denpasar Timur tersebut dihadiri oleh Ketua Tim PKM, Ita Sylvia Azita Azis, S.E., M.Si. anggota dosen. Dr. Ida Bagus Agung Dharmanegara, S.E., M.Si., dan I Made Yogiarta, S.E., M.M., mahasiswa, serta pemilik UMKM Bali Nirmala.
Seluruh peserta mengikuti rangkaian kegiatan yang meliputi penyuluhan, pelatihan, praktik langsung, serta pendampingan dalam pengelolaan usaha berbasis digital.
Ketua Tim PKM, Ita Sylvia Azita Azis menjelaskan bahwa sektor UMKM memiliki peranan yang sangat penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional maupun daerah.
Meski demikian, masih banyak pelaku UMKM yang menghadapi berbagai tantangan, terutama pada aspek pemasaran digital, branding produk, serta pencatatan keuangan usaha.
“Melalui kegiatan ini kami berharap pelaku UMKM mampu memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana pemasaran yang efektif, sekaligus memiliki sistem pembukuan sederhana yang dapat membantu dalam pengambilan keputusan usaha secara lebih tepat,” ujarnya.
Hasil identifikasi tim menunjukkan bahwa UMKM Bali Nirmala memiliki produk berkualitas dengan proses produksi yang memadukan metode tradisional dan modern serta mengangkat nilai-nilai kearifan lokal Bali.
Produk utama yang dihasilkan berupa Virgin Coconut Oil (VCO) dipasarkan dalam berbagai ukuran kemasan dan telah memiliki pelanggan tetap.
Aktivitas pemasaran digital melalui media sosial masih belum dilakukan secara konsisten sehingga jangkauan pasar belum berkembang secara optimal.
Selain itu, pencatatan transaksi usaha masih dilakukan secara manual sehingga pemilik usaha mengalami kesulitan dalam mengetahui kondisi keuangan usaha secara akurat.
Sebagai solusi atas permasalahan tersebut, Tim PKM memberikan pelatihan mengenai strategi digital marketing melalui Instagram, Facebook, dan WhatsApp Business.
Peserta diberikan pendampingan dalam menyusun kalender konten promosi, membuat desain promosi yang menarik, mengoptimalkan penggunaan media sosial, hingga menyusun katalog produk digital agar pemasaran menjadi lebih profesional dan mampu menjangkau konsumen yang lebih luas.
Selain itu, tim juga mengenalkan teknik storytelling berbasis kearifan lokal Bali sebagai identitas produk sehingga mampu meningkatkan nilai tambah dan daya saing di pasar.
Pada aspek keuangan, peserta memperoleh pelatihan mengenai penyusunan pembukuan sederhana yang meliputi pencatatan pemasukan, pengeluaran, biaya produksi, laporan arus kas, serta laporan laba-rugi.
Tim juga mendampingi pemilik usaha dalam memisahkan keuangan pribadi dan keuangan usaha sehingga kondisi keuangan usaha dapat dipantau secara lebih baik dan menjadi dasar dalam penyusunan strategi pengembangan usaha.
Selain memberikan pelatihan kepada mitra, kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa sebagai bagian dari implementasi program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).
Mahasiswa berperan aktif dalam penyusunan konten promosi digital, dokumentasi produk, pembuatan katalog digital, pendampingan media sosial, hingga membantu penyusunan format pembukuan sederhana.
Melalui keterlibatan tersebut, mahasiswa memperoleh pengalaman belajar secara langsung dalam menyelesaikan permasalahan nyata yang dihadapi masyarakat.
Pemilik UMKM Bali Nirmala Nyoman Ariana menyampaikan apresiasi atas pendampingan yang diberikan oleh Tim PKM.
Menurutnya, materi yang diberikan sangat bermanfaat dalam meningkatkan wawasan mengenai pemasaran digital maupun pengelolaan keuangan usaha.
“Kami sangat bersyukur mendapatkan pendampingan ini. Selama ini kami lebih banyak berfokus pada proses produksi, sedangkan pemasaran digital dan pembukuan belum berjalan secara maksimal. Dengan adanya pelatihan ini kami menjadi lebih memahami bagaimana memanfaatkan media sosial untuk promosi sekaligus mengelola keuangan usaha secara lebih tertib,” ungkapnya.
Melalui program ini diharapkan UMKM Bali Nirmala mampu meningkatkan kualitas pengelolaan usaha, memperluas jaringan pemasaran, meningkatkan jumlah pelanggan baru, serta memperkuat daya saing produk berbasis kearifan lokal Bali.
Ke depan, pendampingan serupa diharapkan dapat terus dilaksanakan sehingga semakin banyak UMKM yang mampu bertransformasi menuju usaha yang lebih modern, profesional, dan berkelanjutan.
Ketua Tim PKM Unwar menyerahkan bantuan papan namakartu nama dan peralatan untuk membantu kelancaran proses produksi.
PKM ini merupakan bentuk nyata sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam mendukung transformasi digital UMKM sekaligus memperkuat perekonomian daerah melalui peningkatan kapasitas pelaku usaha mikro.
Tim PKM berharap hasil kegiatan ini dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi mitra dan menjadi inspirasi bagi UMKM lainnya untuk terus berinovasi dalam menghadapi perkembangan era digital. (bp/ken)










